Angka Terendah, Popularitas Kanselir Jerman Merz Anjlok Tinggal 10%

56 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kanselir Jerman Friedrich Merz membatalkan rencana perjalanan ke New York untuk menghadiri Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan. Pembatalan terjadi ketika Merz menghadapi tekanan politik domestik setelah kemunduran partainya dalam pemilu negara bagian dan tingkat kepuasan terhadap kinerjanya jatuh ke posisi terendah sejak ia menjabat.

Sumber pemerintah mengatakan kehadiran Merz dibutuhkan di Berlin. Namun, pemerintah tidak menjelaskan secara terperinci agenda yang membuat kanselir membatalkan perjalanan ke New York.

“Kanselir, bertentangan dengan rencana semula, tidak akan melakukan perjalanan ke New York pekan depan karena kehadirannya diperlukan di Berlin,” kata sumber pemerintah kepada kantor berita Jerman DPA, sebagaimana diberitakan Berliner Zeitung, Selasa, 15 September 2026.

Merz semula dijadwalkan tampil dalam pertemuan tahunan para kepala negara dan pemerintahan di markas PBB. Hingga pengumuman pembatalan tersebut, pemerintah juga belum memastikan siapa yang akan mewakili Jerman dalam Debat Umum.

Reuters pada Selasa, 15 September 2026, melaporkan pembatalan perjalanan itu terjadi ketika tekanan terhadap Merz meningkat menyusul kemunduran politik Christian Democratic Union (CDU), terutama setelah pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September. Dua pemilu negara bagian berikutnya juga menjadi perhatian CDU.

Kepuasan terhadap Merz Tinggal 10 Persen

Tekanan terhadap Merz semakin terlihat dalam survei terbaru. Hasil RTL/ntv Trendbarometer yang dilakukan lembaga Forsa menunjukkan hanya 10 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Merz. Sebaliknya, 88 persen menyatakan tidak puas.

RTL/ntv menyatakan angka kepuasan tersebut merupakan tingkat terendah yang pernah diukur Forsa untuk Merz. Survei dilakukan pada 8–14 September 2026 terhadap 2.502 responden, dengan toleransi kesalahan sekitar plus-minus 2,5 poin persentase. Hasilnya dipublikasikan Senin, 14 September 2026.

Persoalan Merz juga terlihat di kalangan basis politiknya sendiri. Hanya 42 persen pendukung CDU dan Christian Social Union (CSU) yang menyatakan puas terhadap pekerjaannya, sedangkan 57 persen tidak puas.

Forsa mencatat posisi Merz bahkan berada di bawah titik terendah pendahulunya, Olaf Scholz, dalam pengukuran lembaga tersebut. Pada Juli 2024, sebanyak 23 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Scholz dan 76 persen tidak puas. Perbandingan tersebut merupakan pengukuran kepuasan publik pada periode berbeda dan bukan perbandingan hasil pemilu.

Tekanan juga menimpa CDU/CSU. Dalam pertanyaan mengenai pilihan partai jika pemilu federal dilaksanakan saat survei, dukungan terhadap CDU/CSU tercatat 20 persen, turun satu poin dari pekan sebelumnya. AfD berada pada 27 persen, Partai Hijau 18 persen, sedangkan SPD dan Die Linke masing-masing 12 persen. Survei opini semacam ini menggambarkan preferensi responden pada saat pengumpulan data dan bukan prediksi hasil pemilu mendatang.

Pukulan dari Saxony-Anhalt

Tekanan terhadap Merz meningkat setelah CDU mengalami kemunduran dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September. Reuters melaporkan hasil tersebut memperbesar perdebatan mengenai arah pemerintahan Merz dan agenda reformasi ekonominya.

AfD memperoleh hasil kuat dalam pemilu tersebut, sementara CDU mengalami kekalahan besar. Perkembangan itu meningkatkan tekanan terhadap kepemimpinan Merz menjelang pemilu negara bagian berikutnya di Mecklenburg-Vorpommern dan Berlin.

Reuters melaporkan pada Selasa, 15 September 2026, CDU telah menjadwalkan pertemuan khusus untuk membahas strategi menghadapi rangkaian pemilu tersebut. Di tengah pertanyaan mengenai kepemimpinannya, Merz menyatakan berniat menyelesaikan masa jabatan empat tahunnya. Pemimpin CSU Markus Söder juga secara terbuka memberikan dukungan kepada Merz.

Dengan konteks itu, keputusan tetap berada di Berlin menempatkan perhatian Merz pada persoalan politik dalam negeri pada pekan ketika ia semula dijadwalkan tampil di forum internasional terbesar PBB.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya