Anggota DPR RI: RAPBN 2027 upaya Presiden RI lakukan transformasi

7 jam yang lalu 16

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 merupakan upaya Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan transformasi.

"Saya melihat sungguh-sungguh beliau ingin melakukan transformasi dengan loncatan tiga aspek. Pertama, penerimaan negara. Kedua, belanja negara yang beberapa kali beliau menekankan soal disiplin fiskal. Kemudian yang ketiga pembiayaan negara," ujar Kamrussamad di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Presiden berkomitmen untuk memastikan setiap satu rupiah penerimaan negara dikembalikan dalam bentuk program untuk masyarakat.

"Dan kelihatan sekali beliau sudah komitmen untuk menjaga disiplin fiskal dan juga belanja yang berkualitas, dan memastikan bahwa setiap satu rupiah penerimaan negara itu dikembalikan dalam bentuk program untuk masyarakat," katanya.

Terkait reformasi pasar modal, dia mengatakan hal tersebut merupakan bentuk dorongan pemerintah terhadap terciptanya pasar modal berskala global.

"Yang menariknya pertama kalinya dalam pidato RAPBN beliau mengungkap reformasi di pasar modal. Dan ini menurut saya sebagai bentuk dorongan pemerintah, komitmen pemerintah terhadap terciptanya pasar modal yang berskala global. Sehingga program demutualisasi yang diamanatkan di dalam Undang-Undang P2SK saya kira bisa dijalankan melalui Danantara," katanya.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 difokuskan pada delapan program kerja prioritas nasional (PKPN).

Kedelapan program tersebut antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana, lalu penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

“Delapan prioritas tersebut didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi,” kata Presiden dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Presiden menegaskan bahwa capaian semester pertama tahun 2026 merupakan pijakan dalam menyusun RAPBN tahun 2027.

Untuk itu, imbuh Presiden, arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat.

Ia menambahkan bahwa transformasi ekonomi pada aktivitas ekonomi yang bernilai tambah tinggi harus terus diperkuat. Dalam hal ini, program-program unggulan harus berjalan efektif.

“Program perlindungan sosial harus andal. Pemberdayaan bagi UMKM harus terus digairahkan. Dukungan untuk petani, nelayan, guru, dan tenaga kerja yang rentan juga harus diperkuat,” kata Presiden.

Presiden menambahkan bahwa harmonisasi kebijakan pusat dan daerah harus semakin baik dan semakin kokoh. Di samping itu, pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus terus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya