Analis: Saham BBTN masih tunjukkan kinerja resilien

3 minggu yang lalu 34

Jakarta (ANTARA) - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) masih menunjukkan kinerja yang resilien (bertahan) di tengah pelemahan saham empat perbankan raksasa yang kini berada dalam fase downtrend.

Tercatat, saham BBTN naik 1,18 persen ke Rp1.285, dan secara year to date (ytd) tetap mengalami kenaikan 9,36 persen di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Harga saham BBTN dalam tiga bulan terakhir tumbuh 5,33 persen, terangkat 6,64 persen dalam enam bulan terakhir, hingga melonjak 46,02 persen dalam setahun.

“Valuasi BBTN saat ini tergolong murah. Berdasarkan data pada platform HOTS milik Mirae Asset Sekuritas Indonesia, BBTN diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 0,5 kali dan price to earnings ratio (P/E) sekitar 4,1 kali. Dengan valuasi tersebut, BBTN (termasuk kategori sebagai saham undervalued dan masih menarik untuk dikoleksi oleh investor sebagai pilihan saham defensif,” kata Nafan dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu.

Di samping itu, Nafan mencermati kinerja penyaluran kredit BBTN pada kuartal pertama 2026 yang masih tumbuh sekitar 10 persen. Menurut dia, penurunan cost of credit turut menjadi indikator kuat membaiknya kualitas aset perusahaan.

Ia juga menilai sentimen positif BBTN ditopang peran strategis dalam mendukung program pemerintah terkait penyediaan 3 juta rumah. Selain itu, aksi spin-off unit usaha syariah dinilai menjadi katalis tambahan bagi saham BBTN.

Lebih jauh, ketangguhan saham BBTN disebut salah satunya karena tidak memiliki eksposur terhadap kredit koperasi berbasis valas. Hal itu karena fokus utama BTN berada pada penyaluran kredit, terutama di sektor properti.

“Karena ada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan non subsidi yang tidak berhubungan langsung dengan fluktuasi kursus mata uang asing,” ucapnya.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai saham BBTN saat ini menjadi yang paling murah di kelompok bank besar dari sisi valuasi. Dia menyampaikan bahwa BBTN diperdagangkan dengan PBV sekitar 0,54 kali dan price earning ratio (PER) yang masih berada di level single digit rendah.

Valuasi murah BBTN ditopang pertumbuhan laba dan kredit yang solid sepanjang kuartal pertama 2026.

BBTN juga dikatakan mulai masuk kategori deep value play karena diperdagangkan di kisaran PER 5,36 kali, meskipun laba perseroan masih tumbuh double digit dan posisinya tetap strategis sebagai pemain utama KPR nasional.

Namun, Liza menilai pasar masih memberikan diskon cukup besar terhadap BBTN lantaran sensitivitas perseroan terhadap cost of fund, likuiditas, dan siklus suku bunga properti lebih tinggi dibandingkan bank sejenis.

“Karena itu, BBTN lebih cocok untuk investor dengan profil agresif yang percaya pada peluang penurunan suku bunga di semester kedua 2026,” ujar dia.

Praktisi pasar modal Hans Kwee menganggap bahwa saat ini valuasi saham-saham blue chip dan perbankan terbilang murah, salah satunya saham BBTN yang mampu ditutup menghijau.

Kepercayaan investor terhadap emiten BUMN itu tak lepas dari sisi fundamental yang solid. Hingga kuartal I 2026, BBTN mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp1,1 triliun atau tumbuh 22,6 persen year-on-year (YoY). Capaian tersebut didukung penyaluran kredit senilai Rp400,63 triliun atau naik 10,3 persen YoY.

Penyaluran kredit yang positif ditopang pula oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BBTN senilai Rp422,63 triliun. Jumlah tersebut meningkat 9,9 persen YoY dari Rp384,70 triliun di kuartal I 2025.

Current account and savings account (CASA) BBTN juga tercatat naik 7,9 persen YoY menjadi Rp212,11 triliun, berkontribusi sebesar 50,2 persen dari total DPK. Cost of fund BBTN membaik ke level 3,0 persen per kuartal I 2026, turun dari 4,0 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja kredit dan DPK tersebut ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5 persen YoY menjadi Rp517,54 triliun per kuartal I 2026.

Baca juga: Pj Dirut BEI yakin prospek IHSG positif tanggapi pidato Presiden

Baca juga: IHSG sesi I turun terbebani sektor basic materials dan energi

Baca juga: Cermati pidato Presiden Prabowo, IHSG berbalik menguat

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya