AllianzGI: Investasi selektif jadi strategi hadapi kuartal IV 2026

1 minggu yang lalu 6

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan manajemen aset Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai pemilihan saham secara selektif dan pengaturan durasi obligasi secara terukur menjadi strategi investasi untuk menghadapi dinamika pasar keuangan pada kuartal IV 2026.

Head of Equity AllianzGI Indonesia Octavius Prakarsa mengatakan pemilihan saham tetap mengutamakan perusahaan dengan ketahanan laba yang baik, kemampuan mempertahankan harga jual, serta valuasi yang menarik.

"Fokus kami tetap pada perusahaan dengan kinerja laba yang tangguh, kemampuan mempertahankan daya tawar harga yang kuat, serta valuasi yang menarik," kata Octavius dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, prospek pasar saham Indonesia masih cukup positif seiring normalisasi premi risiko dan perbaikan sentimen investor.

Meski demikian, pemilihan emiten perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan perkembangan kebijakan.

"Kami juga terus mencermati reformasi pasar modal, implementasi kebijakan, tren harga komoditas, arus investasi, serta arah kebijakan Federal Reserve sebagai faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar," ujarnya.

Selain perkembangan domestik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih berpotensi memengaruhi sentimen investor serta volatilitas pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, Head of Fixed Income AllianzGI Indonesia Fitri Lindawati mengatakan strategi investasi obligasi difokuskan pada pengelolaan risiko durasi dan likuiditas secara disiplin, termasuk dalam mempertimbangkan penambahan investasi pada obligasi bertenor panjang.

"Seiring kondisi pasar yang semakin mendukung, kami dapat secara bertahap mengurangi posisi underweight durasi dalam portofolio," ujar Fitri.

Posisi underweight durasi menunjukkan bahwa durasi portofolio lebih pendek dibandingkan dengan acuan investasinya.

Pengurangan posisi tersebut dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan risiko perubahan imbal hasil dan kondisi likuiditas.

Fitri menegaskan penyesuaian portofolio tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga untuk menjaga ketahanan investasi di tengah perubahan kondisi pasar.

AllianzGI menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, didukung oleh pengelolaan fiskal, surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, serta permintaan domestik yang stabil.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mengalami surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp63,54 triliun. Secara kumulatif, surplus perdagangan Januari-Agustus 2026 mencapai 7,25 miliar dolar AS atau Rp129,76 triliun.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir September 2026 sebesar 146,3 miliar dolar AS atau setara Rp2.618,48 triliun, dengan kecukupan pembiayaan 5,3 bulan impor, di atas standar internasional sekitar tiga bulan impor.

Dalam laporan House View Q4 2026, AllianzGI memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi global kembali menguat menjelang akhir tahun.

Perekonomian AS diperkirakan menguat, pertumbuhan Eropa melampaui ekspektasi, sedangkan China berpotensi mengalami pemulihan.

Untuk investasi global, AllianzGI menilai saham dengan valuasi relatif murah atau value stocks dapat menjadi alternatif diversifikasi, khususnya untuk menyeimbangkan portofolio yang memiliki eksposur besar terhadap saham pertumbuhan dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI).

Di pasar obligasi global, AllianzGI tetap memandang pendapatan kupon sebagai penopang utama imbal hasil investasi kredit.

Perusahaan tersebut juga berpandangan positif terhadap sektor keuangan dan konsumen non-siklikal, tetapi masih berhati-hati terhadap sektor konsumen siklikal.

Lebih lanjut, perusahaan mengingatkan investasi melalui reksa dana tetap mengandung risiko dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.

Baca juga: AllianzGI: Pasar obligasi Indonesia masih menunjukkan stabilitas

Baca juga: AllianzGI nilai seleksi aset kunci di tengah ketidakpastian global

Baca juga: AllianzGI: Stabilitas makro RI perkuat daya tarik emas bagi investor

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya