Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berada di zona hijau dan menilai koreksi yang terjadi di pasar merupakan hal yang wajar.
"Pertama, lihat IHSG hari ini hijau," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.
Airlangga menjelaskan pergerakan IHSG sebelumnya berkaitan dengan adanya emiten yang keluar dari lembaga pemeringkat. Menurut dia, kondisi tersebut memicu koreksi di pasar.
"Sebetulnya IHSG itu, kan kemarin ada emiten yang keluar dari lembaga rating. Nah, tentu koreksi itu suatu hal yang wajar, ada koreksi di market," ucapnya.
Dia juga menegaskan koreksi pasar tersebut bukan dipengaruhi sentimen pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) maupun neraca perdagangan yang mengalami defisit.
"Tidak," tegasnya.
Baca juga: Airlangga lapor Prabowo: Asosiasi pengusaha apresiasi pembentukan DSI
Baca juga: Airlangga ungkap asosiasi respons positif pembentukan DSI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat ditopang oleh rebound (berbalik menguat) saham-saham sektor energi dan basic materials (barang baku).
IHSG ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44.
"IHSG ditutup menguat seiring rally saham energi dan basic materials," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
IHSG ditutup menguat setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5,966.86 pada perdagangan hari ini, dengan hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 6,74 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 4,82 persen dan 2,43 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun paling dalam sebesar 0,07 persen.
Baca juga: Purbaya: Tak ada kekhawatiran krisis ekonomi terulang
Baca juga: Menkeu: Ekonomi RI tumbuh 5,61 persen tertinggi sejak kuartal III-2022
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·