Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terlalu cepat menaikkan bunga kredit, menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen per Juni 2026.
Usai mengikuti pertemuan bersama Direksi dan Komisaris Himbara dengan Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Airlangga mengatakan kenaikan BI Rate memiliki transmisi terhadap kenaikan bunga kredit perbankan.
"Ya ini relay-nya kan ada transmisi terkait kenaikan bunga kredit. Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan ya," kata Airlangga.
Airlangga juga berharap agar aktivitas kredit perbankan tetap berlanjut ke depan, meskipun terjadi kenaikan suku bunga acuan.
"Ya tentu harapannya kan ke depan kredit tetap jalan," ujarnya pula.
Dalam sebulan terakhir, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) secara signifikan.
Dalam RDG pada 19-20 Mei 2026, BI-Rate naik sebesar 50 basis poin (bps), menjadikannya kenaikan pertama langkah penyesuaian pertama setelah dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.
Namun, nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp18.000-an per dolar AS, sehingga BI-Rate kembali dinaikkan sebesar 25 bps melalui RDG Mingguan pada 9 Juni 2026 atau di luar jadwal reguler.
Terbaru pada Kamis (18/6), melalui RDG Bulanan, bank sentral memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Dengan demikian, kenaikan BI-Rate secara kumulatif tercatat sebesar 100 bps dalam sebulan terakhir sehingga kini berada pada level 5,75 persen.
Data BI menyebutkan, suku bunga kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar 8,72 persen sementara suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26 persen.
Salah satu bank Himbara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyatakan belum melihat kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara signifikan dalam waktu dekat di tengah lonjakan bunga acuan (BI-Rate) dalam sebulan terakhir.
“Kalau kita lihat dari sisi suku bunga long term, kita untuk sampai dengan sekarang belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga secara signifikan,” kata Group Head Liquidity and Funding Management Group BRI Teguh Sulistyono dalam acara bincang bersama media, di Jakarta, Kamis.
Baca juga: BI salurkan insentif KLM Rp418,1 triliun ke perbankan hingga Juni 2026
Baca juga: Ekonom: BI-Rate naik lagi tunjukkan ada risiko tekanan pada rupiah
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·