Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto menyatakan 38-40 persen nasabah aktif industri pinjaman daring (pindar) merupakan pelaku UMKM yang mendapatkan akses pendanaan untuk pertama kalinya, menunjukkan kontribusi nyata pindar terhadap perekonomian masyarakat.
Pihaknya mencatat sejak pindar mulai beroperasi pada 2015 hingga Desember 2025, lebih dari 169 juta borrower (peminjam) aktif telah mendapatkan pembiayaan dengan total nilai Rp1,39 kuadriliun.
“Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh,” kata Firlie Ganinduto dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan pindar merupakan salah satu solusi bagi banyak masyarakat yang belum dapat mengakses layanan perbankan untuk menambah modal, membeli stok dagangan, hingga membiayai pendidikan anak.
Ia pun mengapresiasi para nasabah yang sudah menunaikan kewajiban mereka dengan baik dan tanpa masalah. Pihaknya mencatat lebih dari 90 persen borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.
Baca juga: OJK dorong industri keuangan perkuat keamanan transaksi digital
Baca juga: AFTECH sebut blockchain dapat perkuat transparansi program pemerintah
Firlie menuturkan, saat ini pihaknya menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif, yakni Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana dan Danai.
Seluruh penyelenggara pindar tersebut didorong untuk secara proaktif mempublikasikan data dampak pembiayaan oleh platform masing-masing, termasuk repayment rate, jumlah UMKM yang didanai, dan laporan audit collection, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
AFTECH juga secara aktif memastikan seluruh anggotanya untuk beroperasi berdasarkan standard tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandard dan dapat diakses publik.
"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas," ujar Firlie.
Baca juga: AFTECH rilis dokumen kajian, pacu adaptasi tokenisasi keuangan digital
Baca juga: Aftech luncurkan buku putih kolaborasi bank-pindar perluas kredit
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·