Ada KKI ritel, Bank Mega siap genjot bisnis kartu kredit

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mega Tbk siap memanfaatkan momentum kehadiran Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel untuk memperkuat penetrasi bisnis kartu kredit sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi digital yang semakin mudah dan nyaman bagi nasabah.

Sebagai salah satu first mover KKI, Bank Mega dapat memperluas ekosistem dan meningkatkan sales volume, akuisisi nasabah, serta engagement melalui produk dan layanan pembayaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, Bank Mega berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional, menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah, sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Mega dan perekonomian Indonesia," kata Direktur IT & Operasional YB Hariantono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, partisipasi Bank Mega sebagai first mover KKI merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan sistem pembayaran yang semakin terintegrasi, aman, efisien, dan berbasis infrastruktur nasional.

KKI dikembangkan sebagai instrumen pembayaran berbasis kredit dengan pemrosesan secara domestik.

Bagi Bank Mega, keterlibatan dalam inisiatif ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya membangun kemandirian dan ketahanan ekosistem finansial nasional, sekaligus memperkuat peran industri perbankan dalam menghadirkan inovasi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Perseroan menyampaikan bahwa pengembangan KKI juga sejalan dengan upaya memperluas penggunaan instrumen pembayaran non-tunai dan mendorong transaksi yang lebih aman, efisien, serta transparan.

Sebelumnya, pada Senin (17/8/2026) atau bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan KKI untuk segmen ritel atau masyarakat umum sebagai alternatif pembayaran deferred payment domestik.

Pengembangan KKI juga didukung oleh Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) dan Penerbit dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP).

Pada momen peluncuran tersebut, Bank Mega hadir diwakili YB Hariantono bersama Credit Card Unsecured Loan (CCUL) Product & Portofolio Head Bank Mega Yan Adisesha Gandhi.

Implementasi KKI diluncurkan sebagai alternatif instrumen pembayaran domestik yang efisien, prudent, dan terintegrasi dengan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

KKI sebelumnya hanya diterbitkan untuk segmen pemerintah yang diperuntukkan bagi satuan kerja pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung transaksi belanja pemerintah.

Kini, KKI dapat digunakan oleh individu dan korporasi, baik untuk layanan konvensional maupun syariah, sesuai dengan produk yang disediakan oleh penyelenggara jasa pembayaran (PJP) penerbit.

KKI berbeda dengan kartu kredit prinsipal internasional. KKI diproses secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional, sedangkan kartu kredit prinsipal internasional menggunakan skema pemrosesan dari prinsipal internasional.

Baca juga: BI luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk segmen masyarakat umum

Baca juga: Bank Mega dukung implementasi QRIS Antarnegara di China

Baca juga: Bank Mega salurkan donasi Rp127 juta ke 820 penyintas bencana di Aceh

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya