7 bagian kendaraan yang wajib dicek setelah kena abu vulkanik

19 jam yang lalu 18

Jakarta (ANTARA) - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya perlu dibersihkan dari bodi kendaraan. Partikel yang bersifat abrasif juga dapat masuk ke berbagai komponen dan berisiko mengganggu kinerja kendaraan jika dibiarkan terlalu lama.

Abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Partikelnya dapat memiliki permukaan tajam sehingga berpotensi menggores permukaan kendaraan. Ketika masuk ke mesin atau komponen bergerak, sifat abrasifnya juga dapat menyebabkan keausan.

Karena itu, pemilik mobil maupun motor yang berada di wilayah terdampak abu sebaiknya tidak hanya mencuci bagian luar kendaraan, tetapi juga memeriksa beberapa komponen berikut.

1. Filter udara mesin

Filter udara menjadi salah satu bagian yang paling perlu diperhatikan. Abu vulkanik dapat menyumbat filter sehingga aliran udara menuju mesin terganggu.

Jika kendaraan tetap digunakan ketika banyak abu beterbangan, partikel juga berpotensi masuk melewati sistem penyaringan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keausan pada komponen mesin. USGS menyebut abu vulkanik dapat menyumbat filter udara dan merusak bagian mesin yang bergerak.

Karena itu, filter udara sebaiknya diperiksa dan diganti jika sudah terlalu kotor atau mengalami kerusakan.

2. Sistem rem

Abu yang menumpuk di sekitar sistem pengereman juga perlu diperhatikan. Partikel abrasif dapat masuk ke area rem dan berpotensi mengganggu kinerjanya.

Risikonya semakin besar apabila kendaraan digunakan terus-menerus di jalan yang dipenuhi abu. Pemeriksaan sistem rem di bengkel menjadi pilihan yang lebih aman jika kendaraan terpapar abu dalam jumlah banyak.

Baca juga: Brimob Sumut gunakan kendaraan AWC bersihkan jalan dari abu Sinabung

3. Radiator dan sistem pendingin

Abu vulkanik dapat menempel pada kisi-kisi radiator dan menghambat aliran udara yang dibutuhkan untuk membantu pelepasan panas mesin.

Jika penumpukan cukup parah dan tidak dibersihkan, kemampuan sistem pendinginan dapat terganggu. Karena itu, bagian depan radiator perlu diperiksa setelah kendaraan melewati atau terpapar lingkungan yang dipenuhi abu.

4. Kondensor AC dan filter kabin

Sistem pendingin kabin juga tidak luput dari risiko. Abu dapat masuk melalui saluran udara dan menumpuk pada filter kabin maupun bagian sistem AC.

Jika kendaraan digunakan di wilayah dengan banyak abu, sebaiknya periksa filter kabin dan bersihkan atau ganti jika sudah kotor. Membatasi masuknya udara dari luar juga dapat membantu mengurangi masuknya partikel ke dalam kabin.

5. Kaca dan wiper

Bagian ini sering dianggap sepele. Padahal, mengaktifkan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering dapat menyebabkan permukaan kaca tergores.

Abu vulkanik memiliki karakter abrasif. Karena itu, jangan langsung menggunakan wiper atau mengelap kaca dalam kondisi kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air dalam jumlah cukup sebelum membersihkan permukaannya.

6. Bagian kelistrikan dan alternator

Abu yang masuk ke ruang mesin juga dapat menempel pada berbagai komponen kelistrikan. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama ketika penumpukan abu cukup tebal.

USGS mencatat abu vulkanik dapat mengganggu berbagai komponen elektronik. Dalam kondisi tertentu, abu yang basah juga dapat bersifat konduktif sehingga meningkatkan risiko gangguan listrik.

Karena itu, jika kendaraan terkena abu cukup tebal, pemeriksaan ruang mesin sebaiknya dilakukan oleh teknisi.

Baca juga: Cara benar bersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan

7. Oli dan bagian dalam mesin

Bagian mesin menjadi salah satu komponen paling penting untuk diperiksa setelah kendaraan terpapar abu dalam jumlah besar.

Abu yang berhasil melewati sistem penyaringan udara dapat masuk ke mesin dan bersifat abrasif terhadap komponen yang bergerak. USGS menyebut bahkan konsentrasi abu yang relatif kecil di dalam mesin dapat menyebabkan kerusakan akibat keausan.

Jika kendaraan digunakan cukup lama dalam kondisi hujan abu, pemeriksaan filter udara dan kondisi oli sebaiknya dilakukan di bengkel untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi atau keausan berlebih.

Jangan langsung mengelap abu kering

Selain memeriksa komponen, cara membersihkan kendaraan juga penting. Abu kering sebaiknya tidak langsung digosok menggunakan kain karena partikel abrasif dapat menggores cat dan kaca.

Hindari pula menggunakan udara bertekanan secara sembarangan untuk meniup abu karena partikel dapat kembali beterbangan dan masuk ke bagian kendaraan lainnya.

Untuk kendaraan yang terkena abu cukup tebal, pemilik sebaiknya mengurangi penggunaannya sampai proses pembersihan selesai. USGS juga menyarankan agar kendaraan tidak digunakan kecuali benar-benar diperlukan ketika hujan abu masih berlangsung.

Dengan demikian, membersihkan bodi saja belum cukup setelah kendaraan terkena abu vulkanik. Filter udara, rem, radiator, sistem AC, kaca dan wiper, komponen kelistrikan, serta bagian mesin juga perlu diperiksa agar abu tidak berubah menjadi masalah yang lebih serius, demikian merangkum dari sejumlah sumber.

Baca juga: Abu vulkanik yang menempel di kendaraan disarankan segera dibersihkan

Baca juga: Efek paparan abu vulkanik pada kendaraan

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Baca Artikel Selengkapnya