4 Doa Pilihan dari Rasulullah saw Saat Hadapi Kemarau Panjang

1 jam yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau akan berlangsung panjang hingga dua bulan mendatang di hampir seribu titik di seluruh Indonesia. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada minimnya air sebagai kebutuhan hidup.


Dalam menghadapi situasi demikian, umat Islam perlu waspada dan berikhtiar untuk menjaga diri. Pun dianjurkan untuk memanjatkan doa khusus kepada Allah swt agar diturunkan hujan agar terdapat air untuk kebutuhan hidup.


Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz H Alhafiz Kurniawan menulis sejumlah doa saat menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kekhawatiran pasokan air. Hal ini sebagaimana dikutip dari artikelnya berjudul Kumpulan Doa Lengkap Rasulullah saat Kemarau Panjang pada Ahad (26/7/2026).


Pertama, doa yang dipanjatkan Rasulullah saw dalam pembukaan khutbah Shalat Istisqa sebagaimana berikut:

 
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ 


Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf‘alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj‘al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.


Artinya, "Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan," (HR Abu Dawud).


Kedua, doa yang dipanjatkan Rasulullah saw saat sedang menyampaikan khutbah Jumat. Sebelumnya, ia menerima kedatangan seorang sahabat yang menceritakan bencana kekeringan. Sahabat tersebut juga meminta Rasulullah yang sedang khutbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.


اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا


Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.


Artinya, "Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami," (HR Muttafaq Alaih).


Berikutnya, lafal doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah menurut riwayat Abu Awanah dari Sahabat Sa‘ad ra.


اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ


Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.


Artinya, "Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia," (HR Abu Awanah). 


Doa keempat adalah doa istisqa seekor semut di zaman Nabi Sulaiman as. Doa ini diceritakan Rasulullah saw dalam riwayat Imam Ahmad.


اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ


Allāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka. 


Artinya, “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu,” (HR Ahmad).


Merujuk hadits riwayat Ahmad itu, Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman as bersama rakyatnya membatalkan rencana istisqa. Sebab, Nabi Nabi Sulaiman As merasakan keistimewaan doa yang dipanjatkan oleh semut.

Baca Artikel Selengkapnya