REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Donald Trump menunjuk Aaron Lukas sebagai pelaksana tugas Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat menggantikan Tulsi Gabbard yang mengundurkan diri efektif 30 Juni 2026. Penunjukan tersebut diumumkan langsung Trump melalui media sosial dan dikonfirmasi Reuters.
Meski tidak terlalu dikenal publik luas, Aaron Lukas merupakan figur intelijen senior yang memiliki pengalaman panjang di komunitas keamanan nasional Amerika Serikat, khususnya di bidang operasi intelijen dan isu Rusia-Eropa.
Berasal dari Dunia Operasi Intelijen
Media di Amerika menyebut Lukas sebagai “career government official” atau pejabat karier pemerintahan yang lama berkecimpung di sektor keamanan nasional AS.
Sementara Washington Post melaporkan Lukas merupakan mantan perwira operasi rahasia CIA (undercover CIA officer) dan pernah menjabat kepala stasiun CIA (station chief).
Pengalaman lapangan tersebut menjadi salah satu alasan Lukas dipandang memiliki pemahaman kuat mengenai operasi intelijen global dan jaringan keamanan internasional.
Menurut situs resmi Office of the Director of National Intelligence (ODNI), Lukas memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di komunitas intelijen Amerika Serikat. Ia disebut pernah menangani program-program rahasia sensitif yang berdampak langsung terhadap keamanan nasional AS.
ODNI juga menyebut Lukas memiliki sertifikasi dalam teknik operasi intelijen tingkat lanjut CIA dan berpengalaman menjalankan operasi rahasia serta hubungan intelijen internasional di berbagai negara.
Pernah Tangani Rusia dan Eropa di Gedung Putih
Pada masa pemerintahan pertama Trump, Aaron Lukas pernah bertugas di Dewan Keamanan Nasional AS (National Security Council/NSC) sebagai Deputy Senior Director for Europe and Russia. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam isu strategis terkait Rusia, NATO, dan keamanan Eropa Timur.
Ia juga pernah menjadi ajudan intelijen Ric Grenell ketika Grenell menjabat Direktur Intelijen Nasional sementara pada 2020. Reuters menyebut pengalaman tersebut membuat Lukas dekat dengan lingkaran keamanan nasional Trump.
Dipercaya Jadi Wakil Utama DNI
Trump menominasikan Aaron Lukas sebagai Principal Deputy Director of National Intelligence pada 2025. Setelah melalui proses uji kelayakan di Senat AS, Lukas akhirnya dikonfirmasi sebagai wakil utama Direktur Intelijen Nasional.
Sebagai Principal Deputy DNI, Lukas menjadi salah satu pejabat paling penting dalam koordinasi 18 badan intelijen Amerika Serikat, termasuk CIA, NSA, dan DIA. Struktur tersebut berada di bawah Office of the Director of National Intelligence.

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·