20 Kapal Lewat Selat Hormuz saat Perang Iran vs AS, Ada yang Menuju RI

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Data perusahaan analisis perkapalan Kpler menyebut lebih dari 20 kapal telah melewati rute perdagangan minyak global Selat Hormuz yang masih jadi titik panas perang Iran vs Amerika Serikat, Sabtu (18/4).

Selat Hormuz masih ditutup baik oleh Iran maupun oleh AS--yang ingin memblokade kapal-kapal Teheran hingga hari ini. Namun, jumlah pelayaran ini jadi yang tertinggi sejak 1 Maret, sehari usai Iran menutup Selat Hormuz imbas serangan brutal AS dan Israel ke negara itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kapal-kapal yang berhasil melewati perbatasan pada Sabtu, lima di antaranya terakhir kali memuat kargo dari Iran seperti produk minyak hingga logam. Tiga kapal lain merupakan pengangkut gas minyak cair, dengan masing-masing satu kapal menuju China dan India, demikian dikutip Reuters, Senin (20/4).

Ada pula kapal berbendera panama Crave yang memuat LPG dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.

Dua kapal tanker lain Akti A dan Athina membawa produk olahan yang dimuat dari Bahrain masing-masing menuju ke Mozambik dan Thailand.

Selain itu, ada kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, yang mengangkut sekitar 500.000 barel nafta dari Uni Emirat Arab ke Ulsan di Korea Selatan.

Kapal tanker minyak mentah super besar berbendera Liberia, FPMC C Lord, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Saudi dan menuju pelabuhan Mailiao di Taiwan.

Kapal Desh Garima berbendera India yang memuat 780.000 barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab sedang menuju Sri Lanka.

Selain itu, ada kapal Ruby yang membawa pupuk Qatar sedang menuju Uni Emirat Arab dan kapal tanker Merry M yang mengangkut kokas minyak bumi yang dimuat dari Arab Saudi ke Ravenna di Italia.

Kapal-kapal itu melintas usai Iran membuka blokade Selat Hormuz pada Jumat menyusul gencatan senjata sementara Israel-Lebanon.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pekan lalu.

Araghchi lalu mengatakan kapal-kapal tersebut harus transit melalui "rute terkoordinasi" yang diumumkan otoritas maritim Iran.

Namun, belum genap 24 jam, Iran kembali menutup Selat Hormuz karena AS terus memburu kapal berbendera Iran. Penutupan itu berlaku hingga AS mencabut blokade kapal dari dan ke pelabuhan Iran.

Selat Hormuz menjadi perhatian dunia setelah operasi brutal AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Untuk menekan kedua negara sekaligus balasan, Teheran menutup selat tersebut.

Penutupan ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan krisis dan harga bahan bakar minyak yang melonjak tajam.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya