Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran memperingatkan negara-negara tetangganya di kawasan agar tidak bergabung dalam perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Iran siap menargetkan kepentingan negara yang berpihak atau bekerja sama dengan Washington.
“Kami memberi tahu semua negara tetangga untuk tidak berpartisipasi dalam perang ekonomi dengan AS; jika tidak, kami akan menganggap mereka sebagai musuh," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, demikian laporan lembaga penyiaran Pemerintah Iran, IRIB, seperti dikutip laman Middle East Monitor, Ahad (23/8/2026).
Dia menekankan, Iran tidak berkeinginan untuk memperluas perang di kawasan. “Tapi jika negara-negara di sekitar Iran bergabung dengan Amerika dalam perang ekonomi, kami akan menyerang kepentingan mereka," ujar Rezaee.
Rezaee menambahkan, jika negara-negara di kawasan bergabung dengan AS dalam perang ekonominya terhadap Iran, maka Iran bakal memblokade jalur pengiriman minyak. “Tidak ada satu tetes pun minyak yang akan meninggalkan Teluk Persia atau Selat Hormuz,” kata dia.
Dia mengungkapkan, Iran juga akan menargetkan rute lain yang digunakan untuk mengekspor minyak dari Teluk. "Jika Trump ingin mengambil tindakan, kami akan merespons dengan kekuatan seperti gempa bumi," ucapnya.
Rezaee mengatakan, hingga kini Iran masih menutup Selat Hormuz, walaupun AS mengeklaim hal sebaliknya. Dia menegaskan, selat tersebut akan tetap tertutup hingga AS mengubah polahnya. “Kali ini, Amerika Serikat yang pertama-tama harus memenuhi komitmennya," ujarnya.

33 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·