Stratofortress B-52H Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara Morón pada 20 Mei 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah pesawat pembom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan jatuh di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, pada Senin (16/6/2026) waktu setempat. Pesawat berkemampuan membawa senjata nuklir itu mengalami kecelakaan sesaat setelah lepas landas dalam misi uji rutin.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sayap Uji ke-412 Angkatan Udara AS, pesawat tersebut membawa delapan awak ketika insiden terjadi menjelang tengah hari. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kecelakaan.
"Indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan itu tidak dapat diselamatkan," demikian pernyataan pihak pangkalan, sebagaimana diberitakan Foxnews.
Hingga kini, otoritas militer AS belum mengungkapkan kondisi para awak maupun penyebab pasti kecelakaan. Investigasi masih berlangsung untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pesawat pembom strategis itu jatuh.
Pihak pangkalan menyatakan seluruh operasi penerbangan di Edwards Air Force Base untuk sementara dihentikan menyusul insiden tersebut. Sejumlah pesawat yang dijadwalkan mendarat dialihkan ke lokasi lain guna mendukung operasi tanggap darurat.
Selain itu, seluruh izin kunjungan non-komersial ke pangkalan juga ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh sumber daya dapat difokuskan pada penanganan insiden dan proses investigasi.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari lokasi jatuhnya pesawat. Beberapa video menunjukkan badan pesawat terbakar hebat setelah menghantam permukaan tanah.
Menurut laporan awal, pesawat mengalami kerusakan parah dan hancur akibat benturan serta kebakaran yang terjadi setelah kecelakaan. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kemungkinan korban jiwa dalam insiden tersebut.
B-52 Stratofortress merupakan salah satu pesawat pembom paling ikonik dalam sejarah militer Amerika Serikat. Pesawat ini pertama kali diperkenalkan pada 1955 sebagai platform pembawa bom nuklir dan telah menjalani berbagai modernisasi selama lebih dari tujuh dekade.
Meski usianya telah melampaui 70 tahun, B-52 masih menjadi tulang punggung kemampuan serangan jarak jauh Angkatan Udara AS. Washington saat ini diperkirakan masih mengoperasikan lebih dari 70 unit B-52H yang telah dimodernisasi, dengan sekitar 60 unit berada dalam status aktif.
Pesawat tersebut telah digunakan dalam berbagai konflik besar yang melibatkan Amerika Serikat, mulai dari Perang Vietnam hingga operasi militer modern di Timur Tengah. Kehadirannya tetap dipandang sebagai salah satu simbol kekuatan strategis AS.

2 minggu yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·