Siapa Patrice Lumumba yang Ditirukan Suporter Timnas RD Kongo?

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Gelaran Piala Dunia sering menarik perhatian bukan saja permainan di lapangan, tapi juga gaya para suporter.

Salah satunya, saat timnas Republik Demokratik Kongo melawan Kolombia, pada laga fase grup di Piala Dunia 2026, Rabu (24/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara hiruk pikuk suporter, ada seorang yang hanya berdiri tegak dengan stelan baju rapi berjas merah dan dasi. Dialah Michel Nkuka Mboladinga. Pria 49 tahun asal Kongo itu justru tidak berteriak dan berjingkrak, hanya berdiri mematung demi mendukung negaranya.

Rupanya, bukan tanpa alasan Mboladinga melakukan gaya seperti itu. Itulah "Lumumba Vea", sebuah gaya yang merujuk pada sosok pendiri RD Kongo yang nasibnya berakhir tragis.

Siapa Lumumba?

Patrice Lumumba adalah pendiri sekaligus perdana menteri pertama Kongo. Pada 17 Januari 1961, enam bulan setelah terpilih menjadi perdana menteri pertama Kongo merdeka, Lumumba diculik oleh kelompok separatis Kongo.

Belgia dan Amerika ditengarai mengetahui hal itu. Di provinsi Katanga yang bermusuhan, ia dan dua orang kepercayaannya dieksekusi di bawah arahan perwira Belgia. Rincian ini baru terungkap lewat penyelidikan mendalam, termasuk karya sosiolog Belgia, Ludo De Witte, dalam bukunya "The Assassination of Lumumba" seperti dilansir Deutsche Welle.

Sementara laman PBB memberikan gambaran yang sangat rinci. Disebutkan, Patrice Lumumba, Perdana Menteri pertama negara Kongo yang merdeka, secara efektif hanya berkuasa selama sepuluh minggu, tetapi ia telah menjadi tokoh mitos dan legenda.

Di bawah pemerintahan kolonial Belgia, Lumumba pernah menjadi petugas pos dan kemudian penjual bir. Ia telah menulis buku yang cerdas dan bahkan humoris, Congo, Mon Pays, tentang penderitaan negaranya di bawah Belgia. Ia tampaknya melihat masa depan Kongo sebagai upaya kerja sama dengan Belgia untuk beralih dari paternalisme, tribalisme, dan kolonialisme menuju kemerdekaan dan persatuan nasional.

Sebagai pemimpin Gerakan Nasional RD Kongo (Mouvement Nationale Congolais/MNC), ia ditangkap oleh Belgia untuk pertama kali setelah demonstrasi di Stanleyville pada 1959. Lumamba kemudian dibebaskan untuk mengambil bagian dalam Pertemuan Meja Bundar Brussels yang diadakan secara tergesa-gesa yang menjadi landasan bagi kemerdekaan Kongo.

Saat kemerdekaan semakin dekat, ia dinominasikan sebagai Perdana Menteri.

Nasib tragis Lumumba

Seorang perwira Belgia lainnya, Gerard Soete, dilaporkan memotong-motong mayat Lumumba dan melarutkannya dalam asam. Hanya dua gigi yang tersisa dari Lumumba. Soete menyimpannya sebagai trofi.

Bertahun-tahun kemudian, sang putri, Juliana Lumumba, terus mencari keadilan atas kematian sang ayah.

"Bagaimana perasaanmu, jika diberitahu bahwa ayahmu dibunuh, dikubur, digali kembali, dipotong-potong, dan bagian tubuhnya diambil?" tanyanya.

"Bagi banyak orang, dia adalah perdana menteri pertama Kongo, pahlawan nasional. Bagi saya, dia adalah ayah saya," kata Juliana pada 2025 lalu.

Juliana Lumumba berjuang demi kebenaran. Bertahun-tahun kemudian, ia menulis surat kepada Raja Belgia, menuntut pengembalian salah satu gigi ayahnya. Tidak ada yang tahu keberadaan gigi satunya.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya