NATO Genjot Anggaran Militer Rp9.300 T, Putin: Barat Bersiap Perang dengan Rusia

2 jam yang lalu 7

Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara-negara Barat tidak lagi menyembunyikan persiapan mereka untuk perang melawan Rusia. Tuduhan itu dilontarkan ketika negara-negara NATO terus menaikkan anggaran pertahanan dan mempercepat modernisasi militernya di tengah perang Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

"Sekarang mereka secara terbuka mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk perang dengan kami, meningkatkan anggaran ofensif militer," kata Putin saat berbicara di Kremlin di hadapan para lulusan akademi militer, keamanan, dan penegakan hukum Rusia, sebagaimana diberitakan RT pada Selasa (23/6/2026). Mengapa pemimpin Rusia mengeluarkan peringatan sekeras itu sekarang?

Pidato tersebut bukan sekadar sambutan bagi calon perwira baru. Di aula Kremlin yang dipenuhi seragam militer, Putin justru menggambarkan perubahan yang menurutnya sedang terjadi di Barat. Jika sebelumnya NATO hanya mendukung Kiev dengan senjata dan dana, kini Moskow melihat sesuatu yang lebih besar sedang bergerak.

Namun benarkah demikian? Putin menuding para pemimpin NATO dan Uni Eropa menggunakan apa yang disebutnya sebagai ancaman Rusia untuk membenarkan gelombang militerisasi yang semakin masif.

Menurutnya, Rusia kembali ditempatkan sebagai musuh utama demi memperoleh dukungan publik bagi peningkatan kekuatan militer Barat.

Tetapi itu baru lapisan pertama. Menurut Putin, pola tersebut bukan hal baru. Ia menuduh Barat terlebih dahulu menciptakan ancaman terhadap Rusia, lalu menggunakan respons Moskow sebagai alasan untuk memperluas kebijakan yang lebih agresif.

Di sinilah nada pidatonya berubah menjadi lebih tajam. “Awalnya mereka menciptakan ancaman bagi negara kita, memaksa kita mengambil langkah-langkah pertahanan yang diperlukan, lalu menuduh kita melakukan semua dosa besar untuk membenarkan kebijakan agresif mereka,” ujarnya.

Putin bahkan membandingkan situasi itu dengan upaya Nazi Jerman dan sejumlah negara Barat yang menggambarkan Uni Soviet sebagai agresor setelah invasi Jerman pada 1941.

Mengapa Kremlin kembali mengangkat bayang-bayang Perang Dunia II? Jawabannya mungkin berkaitan dengan apa yang sedang terjadi di Eropa saat ini.

Negara-negara anggota NATO di Eropa dan Kanada meningkatkan pengeluaran pertahanan sekitar 20 persen secara riil sepanjang 2025 hingga mencapai 574 miliar dolar AS.

Angka itu setara ribuan triliun rupiah. Pabrik-pabrik senjata meningkatkan produksi. Pesanan rudal bertambah. Program modernisasi militer dipercepat.

Baca Artikel Selengkapnya