Saat Perusahaan Banyak PHK, AI China Justru Buka Lapangan Pekerjaan

1 minggu yang lalu 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) di China tidak hanya mendorong lahirnya teknologi baru, tetapi juga menciptakan profesi-profesi yang sebelumnya tidak pernah ada. Salah satunya adalah "pelatih robot humanoid", pekerjaan yang kini semakin diminati kalangan muda di negara tersebut.

Di sebuah pusat inovasi robot humanoid di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, robot-robot berbentuk manusia dilatih untuk melakukan berbagai tugas, mulai dari menyeduh kopi, menyajikan makanan, hingga mengangkut barang. Di balik kemampuan tersebut, terdapat para pelatih yang menggunakan perangkat realitas virtual (VR) dan pengontrol gerak untuk mengajarkan setiap gerakan kepada robot.

Profesi ini muncul seiring pesatnya perkembangan industri AI di China. Teknologi kecerdasan buatan tidak hanya mengubah cara kerja sektor manufaktur dan jasa, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi generasi muda yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang khusus di bidang robotika.

Xu Mengfan, 23 tahun, merupakan salah satu contoh. Ia mengaku sempat ragu mengenai masa depan kariernya karena latar belakang pendidikan yang dimilikinya. Namun, setelah pusat inovasi robot humanoid Hubei mulai beroperasi pada tahun lalu, ia berhasil beralih profesi menjadi pelatih robot.

"Saya sangat beruntung. Pusat ini menyediakan banyak posisi pekerjaan. Kami memulai dari peran pelatih yang paling mudah diakses dan dapat menguasainya dalam waktu sekitar tiga bulan," ujar Xu.

Perubahan serupa juga dialami Xu Shantao, 23 tahun. Mantan tenaga penjualan perangkat lunak sekaligus pemilik kedai teh susu itu kini bekerja sebagai teknisi operasi dan pemeliharaan robot setelah mempelajari mekanik dan robotika secara mandiri.

Menurut pengelola pusat inovasi tersebut, permintaan tenaga kerja terus meningkat seiring bertambahnya perusahaan AI yang bergabung dalam ekosistem industri robotika di Wuhan. Kebutuhan tidak hanya mencakup insinyur dan peneliti, tetapi juga operator, teknisi, pelatih robot, hingga tenaga pendukung lainnya.

Gelombang penciptaan lapangan kerja baru juga terjadi di sektor industri kreatif berbasis AI. Di kawasan Wuhan Optics Valley, yang menjadi rumah bagi lebih dari 800 perusahaan AI, berkembang industri manju atau drama pendek yang terinspirasi dari komik dan diproduksi dengan bantuan kecerdasan buatan.

Laporan industri menunjukkan jumlah penayangan manju berbasis AI di China telah melampaui 70 miliar tayangan sepanjang tahun lalu. Tingginya permintaan mendorong perusahaan-perusahaan lokal merekrut lebih banyak kreator konten.

sumber : Xinhua

Baca Artikel Selengkapnya