Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.744 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.717 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
“Salah satu gubernur Bank Sentral Amerika yaitu Christopher Waller, dia mengatakan bahwa jika ekspektasi inflasi menyimpang dari target, dia tidak akan ragu untuk mendukung kenaikan suku bunga. Kemungkinan besar Waller akan sependapat dengan pejabat-pejabat lainnya untuk menaikkan suku bunga,” ujarnya dalam rekaman suara di Jakarta, Senin.
Ketua The Fed Kevin Warsh sendiri dinilai berpotensi akan menaikkan suku bunga apabila inflasi masih cukup tinggi, kendati Presiden AS Donald Trump tidak menyerukan penurunan suku bunga dalam kondisi saat ini. Hal ini yang membuat kemungkinan besar suku bunga tetap tinggi hingga akhir tahun 2026.
Seiring dengan itu, pasar turut menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal I-2026, lalu data perumahan, indikator inflasi pilihan The Fed, hingga indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti.
Baca juga: Rupiah pada Senin pagi menguat jadi Rp17.696 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah seiring ekspektasi suku bunga Fed bertahan lebih lama
Sentimen lain berasal dari optimisme pasar atas kesepakatan perdamaian antara AS dengan Iran, kendati masih terdapat perselisihan terkait Selat Hormuz.
“Kita harus ingat juga bahwa apakah nota kesepakatan ini akan ditandatangani atau tidak, karena yang lebih penting itu adalah tentang masalah uranium. Kemudian yang kedua tentang masalah dana yang dibekukan dari tahun 70-an. Ya, ini pun juga cukup menarik dan saya kemungkinan besar beranggapan bahwa perdamaian ini kemungkinan besar akan gagal total,” kata dia.
Adapun sentimen dari internal, menurut dia, masih disebabkan permasalahan defisit anggaran yang menjadi momok oleh pasar.
“Walaupun harga minyak mengalami penurunan, tetapi rupanya masih belum bisa mengangkat sentimen positif terhadap mata uang rupiah. Kita lihat mata uang negara tetangga semua menghijau, tapi Indonesia memerah,” ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.743 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.717 per dolar AS.
Baca juga: Ekonom Bank Permata: Rupiah melemah seiring ketidakpastian kebijakan
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp17.677 per dolar AS
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·