Jakarta (ANTARA) - Lembaga pembiayaan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan fasilitas penjaminan kepada PT Arkora Hydro Tbk untuk mendukung program pembiayaan energi terbarukan melalui penerbitan surat utang syariah Sukuk.
"Kerja sama ini mencerminkan komitmen IIF dalam mendorong transisi energi Indonesia melalui penyediaan instrumen pembiayaan hijau yang kredibel,” ujar Presiden Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.
Dukungan itu dilakukan melalui Perjanjian Fasilitas Penjaminan dari IIF kepada PT Arkora Hydro Tbk dalam penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan I Tahun 2026 milik Arkora Hydro.
Dalam perjanjian itu, IIF menyediakan fasilitas penjaminan hingga Rp645 miliar untuk memperkuat profil kredit sukuk serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen pembiayaan hijau di Indonesia.
“Kolaborasi jangka panjang kami dengan Arkora Hydro menunjukkan bagaimana pembiayaan strategis dapat mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan,” kata Rizki.
IIF, lembaga pembiayaan yang dimiliki, di antaranya, oleh PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), dan beberapa lembaga lainnya, telah bekerja sama dengan Arkora Hydro sejak 2019 dalam pembiayaan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, termasuk penerbitan obligasi hijau perusahaan pada 2023.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan aset energi terbarukan di dalam negeri.
Rizki menjelaskan bahwa sebagai katalis pembangunan infrastruktur, IIF berperan komplementer dengan industri keuangan untuk memperluas pembiayaan ke berbagai sektor infrastruktur.
Pada awal 2026, IIF telah menyalurkan pembiayaan untuk proyek di sektor kesehatan dan pelabuhan. Saat ini, kata dia, pipeline transaksi IIF juga mencakup sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital.
"IIF turut mendukung pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan memungkinkan proyek-proyek yang kredibel dan bankable mengakses sumber pendanaan yang lebih luas," kata dia.
Melalui kerja sama dengan Arkora, Rizki menjelaskan, IIF bertujuan memperkuat kemitraan dalam pembiayaan energi terbarukan serta mendorong partisipasi pasar keuangan yang lebih besar dalam agenda infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Baca juga: IIF catat pertumbuhan laba bersih 51 persen pada tahun 2025
Baca juga: LPEI dan IIF bersinergi selaraskan praktik bisnis dengan OECD
Baca juga: IIF raih pendanaan Rp1,3 T guna percepat infrastruktur berkelanjutan
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·