Rupiah melemah seiring berlanjutnya arus keluar dana asing

1 bulan yang lalu 50

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.944 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.907 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing di pasar saham.

“Investor asing mencatatkan net sell sebesar 58,20 juta dolar AS, yang mendorong IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turun 3,05 persen ke level 5.643,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.825-Rp17.950 per dolar AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Juni 2026 dan neraca perdagangan Mei 2026. Pihaknya memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat menjadi 0,50 persen month on month (mom) atau 3,41 persen year on year (yoy) pada Juni 2026, dari 0,28 persen persen mom atau 3,08%yoy pada Mei 2026, didorong oleh semakin kuatnya pass-through kenaikan biaya input ke harga konsumen, termasuk kenaikan harga energi non-subsidi dan biaya transportasi.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 1,13 miliar dolar AS pada Mei 2026 dari 0,09 miliar dolar AS pada April 2026, didukung oleh normalisasi aktivitas impor setelah lonjakan pasca-Lebaran. Namun demikian, tren dalam setahun terakhir masih menunjukkan penyempitan surplus neraca perdagangan secara bertahap.

Meninjau sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah. Investor menantikan perkembangan lebih lanjut dari perundingan damai antara AS dan Iran di Doha, Qatar, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya