Rupiah diprediksi menguat seiring selera pasar pada aset EM meningkat

1 jam yang lalu 2
Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali menguat pada kisaran di Rp17.820 - Rp17.870 dipengaruhi oleh faktor global meningkatnya selera risiko/risk on pelaku pasar pada aset 'emerging market'

Jakarta (ANTARA) - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan nilai tukar rupiah menguat seiring meningkatnya selera risiko pelaku pasar terhadap aset emerging market (EM).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali menguat pada kisaran di Rp17.820 - Rp17.870 dipengaruhi oleh faktor global meningkatnya selera risiko/risk on pelaku pasar pada aset emerging market setelah yen jatuh dan tren harga minyak yang turun (ke kisaran 70 dolar AS per barel), serta index dollar yang mulai menjinak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.883 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.851 per dolar AS.

Mengutip Xinhua, Yen Jepang melemah ke level terendah terhadap dolar AS dalam hampir 39 tahun terakhir karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut terus menekan mata uang Jepang.

Baca juga: Rupiah pada Selasa pagi melemah jadi Rp17.883 per dolar AS

Yen sempat jatuh ke kisaran 161,90 terhadap dolar AS selama perdagangan di New York, menandai level terlemahnya sejak Desember 1986.

“Kejatuhan yen akibat pelaku pasar meninggalkan safe asset yang identik dengan yen dan mengejar asset yang yield-nya tinggi dan pasar saham dengan momentum kenaikan saham-saham perusahaan teknologi,” ungkap Rully.

Melihat sentimen domestik, minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah dan instrumen Bank Indonesia (BI) yang masih tinggi dinilai menggambarkan dari selera risiko pelaku pasar.

Yield obligasi pemerintah Indonesia menunjukkan penurunan mengindikasikan minat pelaku pasar yang meningkat, tenor 5 tahun turun 5,2 bps (basis points) jadi 7,08 persen, 16 tahun turun 4,6 bps jadi 7,3 persen, 6-8 tahun masing-masing turun 2,4 bps menjadi 7,1 persen dan 7,22 persen, dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) terus diburu,” ujar dia.

Baca juga: Rupiah pada Senin pagi menguat jadi Rp17.859 per dolar AS

Baca juga: Rupiah menguat seiring respons positif pasar atas stabilitas fiskal

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya