Pesawat Baru Turki Ini Bisa Membuat Musuh Buta, Tuli, dan Kehilangan Kendali

3 minggu yang lalu 21

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesawat ini dirancang untuk melumpuhkan radar, membungkam komunikasi militer lawan, dan membuka jalan bagi serangan udara tanpa harus memasuki wilayah musuh.

Kini, untuk pertama kalinya, wujud paling jelas dari senjata elektronik baru Turki itu muncul ke publik. Cuplikan singkat pesawat bernama HAVA SOJ tampil dalam video peringatan 115 tahun Angkatan Udara Turki yang dirilis Kementerian Pertahanan negara tersebut.

Hanya beberapa detik. Namun bagi para pengamat militer, itu cukup untuk mengirim satu pesan: program yang lama tertutup ini akhirnya mendekati fase operasional.

Seberapa berbahaya pesawat ini?

Dari luar, HAVA SOJ tampak seperti jet bisnis biasa berbasis Bombardier Global 6000. Namun di balik badan pesawatnya terpasang serangkaian fairing, antena, dan sensor yang mengubahnya menjadi pusat peperangan elektronik terbang.

Bukan bom yang menjadi senjata utamanya. Melainkan gelombang elektromagnetik. Menurut Badan Industri Pertahanan Turki, HAVA SOJ dirancang untuk mengacaukan radar pertahanan udara, mengganggu sistem komando dan kendali, serta memutus komunikasi lawan dari jarak jauh.

Dengan kata lain, pesawat ini dapat menciptakan "koridor buta" yang memungkinkan pesawat tempur sekutu menembus wilayah yang sebelumnya dijaga ketat sistem pertahanan udara.

Bagaimana cara kerjanya?

Ketika terbang di luar jangkauan musuh, HAVA SOJ akan menangkap emisi radar dan komunikasi lawan menggunakan perangkat Electronic Support Measures (ESM). Setelah lokasi dan frekuensi sasaran diketahui, sistem serangan elektroniknya mulai bekerja.

Radar bisa dibutakan. Komunikasi bisa dipalsukan. Perintah militer bisa terlambat diterima atau bahkan tidak pernah sampai. Semuanya terjadi tanpa satu peluru pun ditembakkan. Di sinilah teknologi paling menarik itu berada.

Pesawat ini diyakini menggunakan antena Active Electronically Scanned Array (AESA), teknologi yang memungkinkan pancaran energi elektromagnetik diarahkan secara sangat presisi. Berbeda dengan pengacauan konvensional yang menyebar ke segala arah, sistem ini dapat menyerang beberapa sasaran sekaligus dalam waktu bersamaan, bahkan pada jarak yang berbeda-beda, sebagaimana diberitakan The War Zone beberapa hari lalu.

Artinya, satu pesawat dapat mengganggu jaringan radar dan komunikasi dalam area yang sangat luas.

Tetapi ada petunjuk lain yang memunculkan spekulasi lebih jauh. Fairing panjang berbentuk perahu di bagian bawah badan pesawat, desain yang mirip dengan pesawat intelijen canggih milik Amerika Serikat dan Inggris.

Baca Artikel Selengkapnya