Dubes RI Beber Sejumlah Prioritas Kerja Sama Indonesia dengan Korsel

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan membeberkan sejumlah prioritas kerja sama dengan Korsel.

Herawan mengungkap sektor artificial intelligence, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia akan jadi tiga hal prioritas utama kerjasama Indonesia dengan Korea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan ini ada tiga prioritas utama dalam hubungan kemitraan Indonesia dan Korea," kata Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network' yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan, Seoul, Selasa (9/6).

Cecep mengatakan mengapa sektor energi baru terbarukan menjadi penting hari ini. Ia menyinggung konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel yang berbuntut pada ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan lonjakan harga minyak dunia.

Ia pun mengatakan hal itu menjadi wake up call bagi seluruh pihak, khususnya Indonesia dengan Korea untuk memperkuat kerjasama di bidang energi.

Energi baru dan terbarukan bisa dikembangkan dan Korea cukup advance di sini, sehingga kita melihat sektor energi adalah sektor yang menjadi fokus yang perlu kita terus kembangkan kerjasama hubungan Indonesia dan Korea," kata dia.

Kemudian, soal kecerdasan buatan atau AI. Ia menyebut Pemerintah Korea Selatan kini memiliki program untuk mengembangkan negaranya menjadi salah satu kekuatan dunia di bidang AI.

Cecep mengatakan Korea di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-Myung menggagas program yang menargetkan negaranya itu jadi kekuatan AI nomor tiga di dunia setelah AS dan Cina.

Ia pun mendorong agar sejak awal, Indonesia ikut serta dalam pengembangan AI oleh Korea tersebut. Cecep mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia agar bisa mengejar perkembangan AI hari ini.

Terakhir, Cecep menyampaikan kerjasama pengembangan sumber daya manusia juga menjadi salah satu fokus utama potensi kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Ia mengatakan potensi kerjasama energi dan teknologi akan tidak optimal tanpa didukung dengan sumber daya manusia yang terampil.

"Karena itulah, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas juga terutama di STEM, latihan vokasi, dan juga bagaimana kita meningkatkan keterampilan generasi muda kita lebih baik lagi ke depan," ucap Cecep.

Dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada April 2026 lalu, Indonesia dengan Korea mengumumkan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Mulai dari Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus, Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Ekonomi 2.0, Nota Kesepahaman tentang Kerjasama dalam Kemitraan Mineral Kritis, Nota Kesepahaman tentang Kerjasama dalam Pengembangan Digital, hingga Nota Kesepahaman tentang Kerjasama di bidang AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia.

Kemudian, Nota Kesepahaman tentang Penguatan Kerjasama di Bidang Energi Bersih, Nota Kesepahaman tentang Kerjasama di Bidang Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS), Nota Kesepahaman tentang Kerjasama di Bidang Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai, Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Perlindungan dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual, hingga Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Keuangan (Danantara-Exim Bank of Korea).

Kesepakatan itu mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan. Prabowo menyebut di tengah geopolitik yang penuh ketidakpastian, hubungan antar negara seperti Indonesia dengan Korea menjadi kian penting.

Ia pun berpendapat kedua negara memiliki potensi saling melengkapi dalam berbagai sektor strategis.

"Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi," ujar Prabowo.

(mnf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya