Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Sebuah bom meledak di daerah Tirus di Lebanon selatan dekat sektor komando Divisi 36 tentara Israel. Ledakan itu menewaskan seorang sersan senior dan melukai tujuh tentara lainnya termasuk para perwira tinggi.
Di antara yang terluka adalah wakil komandan divisi tersebut, seorang kolonel, dan seorang komandan batalion di Brigade Cadangan ke-556 yang berpangkat letnan kolonel, Channel Kan Israel melaporkan pada Kamis.
Berdasarkan rincian operasional, pada Rabu sekitar pukul 17.00, sebuah tim tempur dari elemen markas wakil komandan Divisi 36, bersama personel Brigade Givati, sedang melakukan patroli di daerah Litani dekat kota Taybeh ketika sebuah alat peledak rakitan meledak melawan pasukan tersebut.
Akibat ledakan tersebut, seorang Sersan Senior Cadangan tewas, sedangkan tujuh personel lainnya luka-luka. Pasukan Pendudukan Israel (IOF) menyatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung.
Di antara korban luka adalah wakil komandan Divisi 36 (seorang kolonel), seorang komandan batalyon cadangan di Brigade 556 (letnan kolonel), dan seorang prajurit cadangan.
Saluran Israel lebih lanjut mencatat bahwa insiden itu terjadi beberapa jam setelah lima tentara terluka ketika dua drone bermuatan bahan peledak menyerang pasukan dan unit evakuasi dalam serangan terpisah dan berturut-turut, yang salah satunya menyebabkan seorang tentara dalam kondisi serius.
Rekaman operasi Hizbullah menyerang APC Israel di daerah Khallet al-Raj di kota selatan Deir Seryan menggunakan drone FPV.
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa total 9.230 korban telah dirawat di rumah sakit sejak dimulainya agresi militer Israel ke Lebanon pada 28 Februari. Kementerian menambahkan bahwa 21 korban luka baru tercatat sejak pembaruan data terakhir pada hari Senin.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa rumah sakit di "Israel" mencatat 1.331 korban luka di front utara saja setelah penerapan gencatan senjata dengan Iran, sementara 913 korban luka dilaporkan dari sektor yang sama setelah "gencatan senjata" dengan Lebanon.
Sementara itu, Hizbullah melanjutkan operasinya di Lebanon selatan, menargetkan konsentrasi pasukan Israel dan kendaraan militer serta melakukan penyergapan terhadap unit penyerang.

1 minggu yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·