Pencarian Korban Banjir Nepal-Tibet Terkendala Lumpur 1,5 Meter

39 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pencarian korban banjir di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, terhambat lumpur dan puing-puing setebal hampir 1,5 meter.

Kondisi itu membuat akses menuju Pelabuhan Gyirong sulit dilalui tim penyelamat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir besar menerjang wilayah tersebut lebih dari 20 jam sebelum tim penyelamat berusaha mencapai pelabuhan.

Namun, longsoran lumpur dan puing-puing masih menutup jalan menuju lokasi.

Seorang reporter media pemerintah China yang berada di wilayah Gyirong, Tibet, mengatakan lumpur dan puing-puing masih menghalangi akses menuju Pelabuhan Gyirong, pada Kamis pagi.

"Tepi longsor berjarak sekitar 2,5 kilometer dari pelabuhan Gyirong, dan longsoran lumpur tersebut memiliki ketebalan hampir 1,5 meter di bagian tepinya," kata reporter media pemerintah China CCTV, Wang Qian.

"Hal ini membuat upaya penyelamatan selanjutnya menjadi sangat sulit," tambahnya.

Tim penyelamat telah siaga tinggi menghadapi risiko longsor susulan dan jalan ambruk. Mereka menilai kondisi tersebut dapat membahayakan petugas yang berupaya mencapai pelabuhan.

Hujan yang turun pada malam hari semakin menyulitkan proses pencarian, seperti dilaporkan media pemerintah China.

Untuk membuka akses menuju lokasi, pemerintah China mengerahkan alat berat dan peralatan lainnya.

Lebih dari 100 petugas tambahan dari Beijing dan Provinsi Sichuan dijadwalkan tiba pada Kamis pagi untuk membantu proses penyelamatan.

Militer China juga mengerahkan drone pada Rabu malam untuk menilai skala kerusakan di daerah bencana.

Namun, operasi tersebut menghadapi "kondisi cuaca yang kompleks," menurut laporan CCTV.

(mge/bac)

placeholder

Baca Artikel Selengkapnya