Pelajar di Melbourne siapkan festival, kontribusi bagi Indonesia

3 jam yang lalu 3

Melbourne (ANTARA) - Mahasiswa yang tergabung dalam Mata Garuda LPDP menunjukkan bahwa jarak yang jauh dari Tanah Air tidak menghalangi mereka untuk tetap berkontribusi bagi Indonesia, salah satunya melalui Garuda Contribution Fest.

Mahasiswa S3 Fakultas Kedokteran di University of Melbourne, Jonathan Haposan, mengatakan bahwa selain fokus belajar, dia juga aktif dalam sejumlah kegiatan komunitas Indonesia di Melbourne, Australia.

“Jadi, selain belajar, kita juga melakukan networking, juga kadang volunteer di berbagai kegiatan komunitas lainnya,” kata Jonathan, Ketua Mata Garuda LPDP Australia-Selandia Baru, saat ditemui di University of Melbourne, Melbourne, pada Selasa.

Jonathan juga mengatakan pihaknya mengadakan Garuda Contribution Fest pada 22 Agustus yang berisi kompetisi Ideathon yang bertujuan mencari solusi dari beberapa masalah yang dihadapi oleh Indonesia.

“Mereka mencoba memberikan ide terbaik mereka untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia,” ujar Jonathan menambahkan bahwa kompetisi Ideathon tersebut diikuti oleh sekitar 40 orang.

Menurut Jonathan, peserta dilatih melalui bimbingan (mentorship) untuk menyusun ide penyelesaian masalah di Indonesia, yang kemudian dinilai oleh tiga juri dari kalangan akademisi dan pengusaha, serta dipresentasikan dalam waktu singkat.

“Itu juga salah satu kontribusi dari kami untuk membantu teman-teman membuat ide tersebut menjadi lebih konkret dan bisa berkontribusi untuk Indonesia,” kata Jonathan yang juga aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia.

Pada kesempatan yang sama, wakil regional Australia Mata Garuda LPDP, Anastasia Cindy Ahimsa Putri, mengatakan bahwa pihaknya juga mengadakan sejumlah program yang dapat mempersiapkan mahasiswa Indonesia untuk kembali bekerja di Indonesia.

Menurut Cindy, yang merupakan mahasiswa S2 jurusan Hubungan Internasional di University of Melbourne, pihaknya mempersiapkan dua program yakni program persiapan kepulangan dan program yang berfokus pada konektivitas dengan alumni.

Cindy menjelaskan bahwa program persiapan kepulangan itu membantu para lulusan dari Indonesia di luar negeri untuk mempersiapkan mental dan berbagai hal yang diperlukan sebelum memasuki fase kepulangan ke Indonesia.

“Karena teman-teman awardee itu punya tantangan berupa reverse culture shock ketika mereka pulang (ke Indonesia). Jadi, mereka merasa dari yang tadinya di negara maju, terus kembali lagi melihat realita, ada culture shock-nya,” ujar Cindy.

Cindy melanjutkan bahwa untuk sementara ini program tersebut baru menjangkau komunitas mahasiswa Indonesia di University of Melbourne dan berharap agar dapat menjangkau seluruh mahasiswa Indonesia di Australia dan Selandia Baru pada masa mendatang.

Mata Garuda adalah organisasi resmi penerima beasiswa LPDP yang berfungsi sebagai platform untuk mengakomodasi aspirasi, membangun jaringan, dan menyalurkan kontribusi pengabdian masyarakat dari para penerima beasiswa LPDP di seluruh Indonesia dan dunia.

Baca juga: Lima mahasiswa S-1 UI menembus program geosains dunia di Houston

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya