OJK: Perlu sumber pembiayaan baru untuk dukung pertumbuhan ekonomi

2 jam yang lalu 5
Ini tidak bisa hanya didukung oleh perbankan dan lain-lain, tapi harus muncul sumber-sumber pembiayaan baru

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan Indonesia memerlukan sumber pembiayaan baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan.

“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi, misalnya di tahun 2027, data dari Bappenas menyampaikan bahwa Indonesia butuh pembiayaan yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, mungkin sekitar Rp8.600-an triliun, kalau kami tidak keliru. Ini tidak bisa hanya didukung oleh perbankan dan lain-lain, tapi harus muncul sumber-sumber pembiayaan baru,” kata Friderica dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin.

Adapun pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan menjadi salah satu program prioritas OJK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Friderica menyebutkan salah satu sumber pembiayaan alternatif yang didorong berasal dari pasar modal, termasuk melalui pengembangan obligasi daerah untuk mendukung pembangunan di daerah.

Selain itu, OJK juga berupaya meningkatkan pembiayaan sektor jasa keuangan serta memperkuat ekosistem dan pembiayaan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK turut mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas, penguatan sektor jasa keuangan syariah, serta peningkatan literasi, inklusi, pelindungan konsumen, dan integritas sektor jasa keuangan.

Baca juga: IASC gelar operasi bersama penanganan penipuan lintas negara

Baca juga: Satgas PASTI hentikan kegiatan penipuan Appeninc, VID, dan Sensenowai

Friderica mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah tingkat pertumbuhan potensial yang dibutuhkan agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, menurutnya, diperlukan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid, termasuk pembiayaan yang semakin dalam dan beragam serta penguatan kepercayaan masyarakat.

Menurut dia, sektor jasa keuangan dituntut memainkan peran lebih strategis tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai sumber utama pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Mengenai pengembangan ekonomi daerah (PED), Friderica menjelaskan bahwa program bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan, terutama di sektor agrikultur, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Program PED saat ini telah berjalan di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Program tersebut mengusung keberlanjutan melalui pelaksanaan yang kontinu, perluasan pendalaman pasar, serta pemberian manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Friderica memandang kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan potensi unggulan di daerah dapat ditransformasikan menjadi keunggulan produktif yang berdampak nyata.

Program PED diharapkan menghasilkan dampak ekonomi berupa peningkatan investasi, produktivitas, serapan tenaga kerja, ekspor, dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama peningkatan kesejahteraan.

Friderica pun menegaskan bahwa optimisme terhadap perekonomian Indonesia harus tetap dijaga di tengah dinamika tantangan global. Hal ini dilakukan dengan memperkuat peran ekonomi daerah sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui sinergi dan kolaborasi bersama, Friderica berharap penguatan ekonomi daerah dapat terus mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.

Baca juga: OJK pastikan fundamental dan intermediasi perbankan tetap terjaga

Baca juga: OJK perketat pengawasan "escrow account" dukung kebijakan DHE SDA

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya