Jombang, NU Online
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan membahas sejumlah persoalan keagamaan dan isu kontemporer yang bersinggungan dengan kehidupan masyarakat. Materi pembahasan telah disiapkan, baik yang berkaitan dengan keagamaan maupun keorganisasian.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU Mohammad Nuh mengatakan materi keagamaan telah disusun sejak Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU. Materi tersebut kemudian diperdalam dalam pra-muktamar yang digelar di Depok.
“Materi sudah siap semua. Materi terkait keagamaan sudah kita siapkan sejak Munas-Konbes kemarin, dilanjutkan dan diperdalam lagi waktu pra-muktamar di Depok” katanya di Jombang, Rabu, (26/8/2026).
Ia mengatakan materi yang akan dibahas telah diseleksi dengan mempertimbangkan tingkat urgensinya. Sebagian materi ditujukan untuk menjadi rekomendasi kepada pemerintah dan publik, sedangkan sebagian lainnya berkaitan langsung dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Tidak hanya ke pemerintah, ke publik juga. Ada yang terkait rekomendasi, tapi ada juga yang ke masyarakat terkait pegangan keagamaan,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan baru yang membutuhkan pandangan keagamaan, seperti cryptocurrency dan jual beli DNA. Menurutnya, pembahasan isu tersebut perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertemukan perspektif keagamaan dan ilmu pengetahuan.
“Dari situ, masyarakat bisa dapat kajian yang utuh, tidak hanya dari perspektif agama murni tapi dari sisi keilmuan juga. Untuk memutuskan itu, dua-duanya menjadi penting,” kata dia.
Ia berharap pembahasan dalam Muktamar ke-35 NU mengedepankan prinsip musyawarah sehingga menghasilkan keputusan yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat. Selain isu keagamaan kontemporer, muktamar akan membahas materi terkait organisasi, program, dan rekomendasi NU untuk periode mendatang.

2 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·