TEHERAN – Iran memenuhi janjinya melakukan serangan balasan ke Israel jika Beirut diserang pasukan Zionis. Pada Senin dini hari, rudal-rudal Iran kembali menghujani wilayah Israel.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya meluncurkan rudal balistik di Pangkalan Udara Ramat David, sekitar 20 km dari kota Haifa di Israel utara. Dikatakan bahwa pangkalan udara Israel adalah “sumber agresi” yang dilancarkan terhadap Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.
Mohsen Rezaee, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, mengomentari peluncuran rudal ke Israel. "Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan tidak akan mentolerir pelanggaran gencatan senjata dan agresi terhadap Lebanon. Malam ini, para agresor menerima tanggapan mereka," tulisnya di X.
“Tanggapan ini merupakan peringatan untuk menghentikan kejahatan mereka; tindakan baru apa pun akan ditanggapi dengan respons yang lebih buruk dan harga yang lebih mahal.”
Kantor berita Iran mengutip pernyataan komandan markas tentara Iran di Khatam al-Anbiya. Pernyataan itu mengatakan bahwa, meskipun ada peringatan dari Iran sebelumnya, Israel melanggar “semua garis merah” dengan menargetkan pinggiran selatan Beirut dan meningkatkan serangannya di Lebanon selatan.
“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di pinggiran kota Beirut menyebar, kami akan menyerang sasaran di wilayah pendudukan,” katanya. Ia menambahkan bahwa tentara Israel harus menghentikan serangannya terhadap Lebanon selatan dan daerah pinggiran kota.
“Dan jika mereka memperluas serangannya terhadap wilayah tersebut atau menanggapi tindakan Iran, maka mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan serta serangan destruktif akan dimulai terhadap rezim dan para pendukungnya”.
Sebelum serangan balasan Iran, Israel melancarkan serangan udara ke Beirut. Mereka menargetkan sepeda motor di Jalan Zifta di distrik Nabatieh, menewaskan satu orang di Lebanon selatan.
Pesawat-pesawat tempur juga melancarkan dua serangan dan menghancurkan sebuah rumah di lingkungan Ghamiqa di kota Duwair, sementara kota Nabatieh juga menjadi sasaran, Kantor Berita Nasional melaporkan.
Sepeda motor lainnya diserang oleh drone di Jalan Wata-Abba antara kota Abba dan Duwair, menewaskan dua warga Suriah dan melukai lainnya. Sebuah drone Israel juga melakukan serangan udara di kota Kfour, katanya.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan berkelanjutan Israel terhadap negara tersebut telah menewaskan sedikitnya 3.613 orang dan melukai 11.072 lainnya antara 2 Maret dan 7 Juni.
Israel menyerang pinggiran selatan Beirut tanpa peringatan pada hari Ahad, beberapa hari setelah perjanjian gencatan senjata di Washington berlaku meskipun ada permintaan AS untuk tidak menyerang ibu kota Lebanon. Iran, sekutu Hizbullah, telah memperingatkan serangan terhadap Beirut akan memperbaharui perang skala penuh di Timur Tengah.
Sementara Iran juga menjanjikan tak akan membiarkan serangan Israel ke selatan Beirut. IRGC mengancam akan meratakan utara Israel jika Beirut diserang.

3 minggu yang lalu
20







English (US) ·
Indonesian (ID) ·