Manulife: Pertumbuhan pasar global makin tidak merata di semester II

1 bulan yang lalu 9
Negara-negara dengan ketahanan energi domestik yang kuat, atau yang terdorong langsung oleh tren besar teknologi, terbukti jauh lebih resilien.

Jakarta (ANTARA) - Manulife Investment Management menilai pertumbuhan pasar global akan semakin tidak merata pada semester II-2026 di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi.

Senior Global Macro Strategist Manulife Yuting Shao dalam laporannya dikutip di Jakarta, Jumat, mengatakan kondisi makroekonomi global masih dipengaruhi oleh berlarutnya gangguan rantai pasok global dan tingginya harga komoditas. Di sisi lain, proses normalisasi sektor energi dan distribusi barang juga masih dibayangi ketidakpastian.

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah mengubah arah kebijakan bank sentral di berbagai negara.

Menurut dia, ekspektasi pelonggaran moneter yang sebelumnya diperkirakan berlangsung secara luas dan serempak kini mulai bergeser.

Tekanan biaya energi yang masih tinggi memaksa sejumlah bank sentral mempertahankan sikap hawkish, guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap inflasi.

“Pada saat yang sama, siklus ekonomi global masih bergerak tidak merata. Negara-negara dengan ketahanan energi domestik yang kuat, atau yang terdorong langsung oleh tren besar teknologi, terbukti jauh lebih resilien,” kata Yuting.

Ia menambahkan, China sendiri mampu meredam dampak terburuk lonjakan harga minyak global melalui kombinasi diversifikasi impor energi, pengendalian harga domestik, serta cadangan energi yang memadai.

“Dengan didukung pertumbuhan dasar yang solid, para pembuat kebijakan memiliki fleksibilitas untuk merespons secara dinamis apabila kondisi eksternal memburuk,” ujarnya.

Global Head of Multi-Asset Solutions Luke Browne menilai kondisi makro yang semakin tidak merata memperkuat pentingnya strategi alokasi aset yang selektif dan terdiversifikasi.

Ia menuturkan pasar tenaga kerja yang masih kuat membuat pelonggaran moneter secara signifikan belum akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga investor perlu lebih cermat dalam menentukan alokasi investasi.

“Dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat dan menunda terjadinya pelonggaran moneter yang signifikan, kami mempertahankan pendekatan yang sangat selektif dalam alokasi aset,” katanya pula.

Luke menilai, meskipun pasar masih ditopang oleh kinerja laba perusahaan yang tangguh dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, risiko dan peluang investasi kini semakin berbeda di setiap kawasan maupun kelas aset.

“Meskipun pasar masih ditopang oleh kinerja laba yang resilien dan pertumbuhan yang stabil, risiko dan peluang menjadi semakin tidak merata antar kawasan dan kelas aset. Hal ini menegaskan pentingnya diversifikasi dan pengelolaan investasi secara aktif,” ujarnya.

Ia memperkirakan kepemimpinan pasar saham akan semakin meluas, tidak lagi hanya ditopang saham-saham teknologi berkapitalisasi besar dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), tetapi juga aset berkualitas tinggi dengan valuasi yang menarik.

Menurut dia, strategi multi-aset yang seimbang akan menjadi kunci menghadapi volatilitas geopolitik dan valuasi, sekaligus menangkap peluang investasi secara selektif di pasar global, seiring Asia yang masih memperoleh manfaat dari pertumbuhan struktural dan tema investasi terkait AI.

“Kami juga melihat dukungan bagi aset riil tertentu, termasuk komoditas yang terkait dengan pengembangan infrastruktur AI, serta peluang pada instrumen kredit yang masih menawarkan imbal hasil menarik. Pada saat yang sama, kami lebih menyukai obligasi berdurasi pendek untuk membantu mengelola risiko suku bunga,” kata Browne.

Baca juga: XCMG Perluas Program Pendidikan Kejuruan di Pasar Global untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan

Baca juga: Sultan: Pameran Inacraft jadi jembatan kerajinan menuju pasar global

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya