Profil Destry Damayanti dan dua Dewan Gubernur BI periode 2026-2031

58 menit yang lalu 1
Destry menjadi perempuan pertama yang secara definitif terpilih sebagai Gubernur BI, menandai tonggak baru dalam sejarah bank sentral Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Komisi XI DPR RI melalui Rapat Internal pada Kamis sore telah memutuskan dan menetapkan untuk menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026-2031.

Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026.

Destry menjadi perempuan pertama yang secara definitif terpilih sebagai Gubernur BI, menandai tonggak baru dalam sejarah bank sentral Indonesia.

Ia merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan pemerintah melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI. Surpres itu diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI pada 10 Agustus 2026.

Bersamaan dengan Surpres itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengajukan calon pengganti untuk Deputi Gubernur Senior BI dan calon pengganti untuk Deputi Gubernur BI.

Mereka adalah Aida S. Budiman sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior, serta dua calon untuk posisi Deputi Gubernur yaitu Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. Seluruh calon berasal dari internal bank sentral.

Setelah seluruh calon menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Rabu (26/8) dan Kamis (27/8), Komisi XI DPR RI menyepakati tidak hanya Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, melainkan juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior serta memilih Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI dengan masa jabatan yang sama.

Selanjutnya, ketiga dewan gubernur yang terpilih tersebut akan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026.

Berikut profil tiga dewan gubernur yang baru.

Destry Damayanti (Gubernur BI periode 2026-2031)

Sebelum berkiprah di bank sentral, Destry memiliki rekam jejak yang panjang dimulai dari kariernya sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia (2000-2003).

Ia juga pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi UI (2005-2006), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011), serta Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015).

Di pemerintahan, Destry pernah tercatat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015). Sebelum mengemban tugas di bank sentral, Destry bahkan pernah menduduki jabatan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019.

Dari sisi pendidikan, perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 ini meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan gelar Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Destry menjalankan amanah sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 atau selama hampir dua periode. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019 serta Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tanggal 10 Juli 2024.

Pada periode keduanya sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024. Setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026, Destry ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI dan kemudian diajukan sebagai calon tunggal untuk posisi Gubernur BI.

Baca juga: Destry ingin BI tetap relevan respons tantangan saat uji di DPR

Baca juga: Ekonom: Uji kelayakan calon gubernur perlu fokus pada transformasi BI

Aida S. Budiman (Deputi Gubernur Senior BI periode 2026-2031)

Perempuan kelahiran Bogor pada 1965 ini menuntaskan pendidikan bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987, meraih gelar Master di bidang Economics dari University of Southern California pada 1996, serta meraih gelar Phd di bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.

Aida memiliki rekam jejak yang panjang di bank sentral. Beberapa jabatan strategis yang pernah ia pegang antara lain Kepala Departemen Internasional periode 2014-2018 serta Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter periode 2018.

Pada 2020-2022, Aida menjabat sebagai Asisten Gubernur membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan BI, dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional.

Jabatan Deputi Gubernur BI ia emban sejak 2021 berdasarkan Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021 dan setelah mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 6 Januari 2022.

Jabatan tersebut seyogianya berakhir pada 2027. Namun seiring dengan kosongnya jabatan Deputi Gubernur Senior setelah Destry Damayanti ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara, maka Aida diajukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Destry tersebut.

Solikin M. Juhro (Deputi Gubernur BI periode 2026-2031)

Solikin memulai karier di bank sentral Indonesia sejak 20 September 1994. Dengan karier yang panjang tersebut, beberapa posisi strategis yang pernah diembannya seperti Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter (2022-2023), Kepala Departemen Institut BI (2018-2022), serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Institut BI (2016-2018).

Sejak 16 Juni 2023, Solikin menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial.

Dari sisi pendidikan, laki-laki kelahiran Kota Surabaya pada 1967 ini menuntaskan pendidikan sarjana bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Airlangga pada 1991.

Solikin juga menyelesaikan pendidikan magister dengan konsentrasi Economics di University of Michigan pada 1998. Ia juga meraih gelar doktor di Universitas Indonesia pada bidang Economics Monetary pada 2005.

Sebelum terpilih sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026-2031, Solikin pernah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk posisi yang sama pada 23 Januari 2026. Kala itu, ia bersaing dengan Dicky Kartikoyono yang saat itu menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI serta Thomas Djiwandono yang saat itu menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Baca juga: Komisi XI DPR setujui Destry sebagai Gubernur BI dan Aida jadi DGS

Baca juga: Destry komitmen perkuat monitoring LDD guna cegah under-invoicing

Baca juga: Destry: Sinergi dengan pemerintah bukan berarti BI hilang independensi

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya