KBRI Beijing gelar upacara HUT ke-81 RI, doakan korban gempa NTT

1 minggu yang lalu 16

Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar upacara Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman KBRI pada Senin (17/8) bersama dengan sekitar 200 orang Warga Negara Indonesia (WNI), serta mendoakan para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun bertindak sebagai inspektur upacara, dengan pemimpin upacara yaitu Pembantu Umum Atase Pertahanan Mayor Infantri Agung Wardiansyah.

Dubes Djauhari mengenakan baju beskap hitam dengan celana hitam dan kopiah hitam dipadu dengan kain tenun tanimbar merah.

Pasukan pengibar bendera (Paskibra) Merah Putih terdiri atas sepuluh mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang ada di Beijing yaitu Aurelia Pavitta dan Erwin Atsyandy (Peking University); George Christopher Daniel, Gracella Jasocelyne Chung, Jonathan Nathanael, Kenneth Cahyadi, Kezia Aurelia, Mikhael Bradevon W, dan Yohanes Raditya Pradjna Budi Nugroho (Beijing Institute of Technology); dan Luc Satiwi (Beijing Foreign Studies University).

Sedangkan para peserta upacara antara lain yaitu Wakil Duta Besar Irene, Wakil Kepala Perwakilan George Silalahi, Atase Pertahanan Laksamana Pertama TNI Sumartono, Atase Darat Kolonel Inf Wasisto Jatmiko Sentosa, Atase Udara Kolonel Pas Pratomo Sariadi Darwan, Atase Perdagangan Junita Syartika, Atase Imigrasi Herawan Sukoaji, Atase Pendidikan Puspita Lestari, para diplomat, dan para staf lokal.

Para anggota Dharma Wanita KBRI Beijing juga mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia antara lain beskap Jawa, baju adat betawi, kebaya lampung, kain tenun Palembang, ulos Batak, hingga batik.

Puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Beijing dan kota-kota sekitar Beijing maupun dari Wuhan, Provinsi Hubei, serta sejumlah pelajar dari provinsi Papua Barat Daya yang mengambil studi di Jining Polytechnic, provinsi Shandong juga turut upacara.

Dalam upacara, penyelenggara memanjatkan doa untuk korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT yang mengguncang pada Sabtu (15/8) pagi.

Suasana upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman KBRI Beijing, China pada Senin (17/8). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Setelah pelaksanaan upacara bendera yang dimulai pada pukul 08.30 waktu setempat dan berlangsung selama sekitar 30 menit, selanjutnya Dubes Djauhari, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Beijing Parulian Silalahi, dan para peserta upacara menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan antara lain Bagimu Negeri, Tanah Air, Mars Bela Negara, Halo-halo Bandung, dan Hari Merdeka.

Lagu-lagu kebangsaan itu dibawakan oleh Dharma Oratmangun, Irbayana Oratmangun, Chesylino, Rizky Teng, dan Wulan Sari, dan pengisi acara "Indonesia Fair 2026" yang telah berlangsung pada Sabtu (15/8).

Acara dilanjutkan dengan peluncuran buku "Indonesia-Tiongkok: Siapa Melakukan Apa?" yang diterbitkan oleh Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT).

Pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur kemudian berfoto bersama dan menyanyikan sejumlah lagu daerah seperti "Maumere", "Tabola Bale", maupun "Cerlele" yang menceritakan mengenai keramahan masyarakat Taninmbar, Maluku juga termasuk rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI di KBRI Beijing.

Setelah mengikuti upacara dan bernyanyi, para peserta upacara juga menikmati sajian makanan khas Indonesia seperti rendang, tempe orek, sambal goreng ati, urap, kerupuk, hingga martabak.

"Ini baru pertama kali saya mengikuti upacara di Beijing dan kesannya memang peserta upacara lebih sedikit, tetapi suasananya jauh lebih semarak dan guyub, jadi bukan hanya rutinitas saja," kata Mario Simatupang yang baru satu pekan tinggal di Beijing.

Mario yang bekerja di salah satu lembaga di Beijing mengaku ada perasaan berbeda ketika melihat para paskibra dari dekat yang bertugas menaikkan bendera Merah Putih.

"Dan juga melihat para petugas paskibra dari dekat itu beda dibanding melihat dari kejauhan di lapangan besar, jadi memang merasakan HUT RI di luar negeri itu jauh berbeda, ditambah juga makanannya enak banget," tambah Mario.

Selain upacara penaikan bendera Merah Putih, KBRI Beijing juga sudah melangsungkan Indonesia Fair pada Sabtu (15/8) yaitu program tahunan yang memadukan pentas musik dan bazaar untuk mempromosikan budaya, pariwisata dan produk-produk Indonesia.

Baca juga: Prabowo ajak heningkan cipta untuk korban bencana di sejumlah wilayah

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya