Jombang, NU Online
Agenda akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi panggung lahirnya berbagai inovasi digital. Selain ID card berbasis cip, integrasi AI, hingga command center yang resmi digunakan oleh panitia selama Muktamar, terdapat web bernama JalaNU (Jasa Layanan Nahdlatul Ulama), sebuah sistem yang menawarkan jasa layanan untuk para Muktamirin.
Platform ini dirancang khusus oleh Nahdliyin asal Jombang bernama Mohammad Azharun Nahar untuk mempermudah mobilitas dan pemenuhan kebutuhan pangan para penggembira serta muktamirin yang memadati kawasan Tambakberas.
Pria yang akrab disapa Azhar ini mengungkapkan, ide awal pengembangannya berawal dari keinginan sederhana mengembangkan sistem pemesanan ojek, taksi dan makanan online sederhana yang bisa digunakan untuk umum, jauh sebelum agenda besar NU ini dimulai.
"Awalnya saya ingin merancang platform jasa umum, namun begitu mendengar kabar bahwa Jombang resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar, saya langsung mengarahkan konsep tersebut untuk turut memeriahkan Muktamar Ke-35 NU ini," ungkapnya.
Salah satu dorongan utama yang memicu lahirnya JalaNU adalah kepedulian Azhar terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelas menengah ke bawah. Banyak pedagang kecil yang mengeluhkan tingginya biaya sewa stan di arena resmi Muktamar, sehingga mereka terancam tidak bisa ikut memanen rezeki di tengah hadirnya puluhan ribu pengunjung. Di antaranya ialah kedai Martabak Madura di Sambongdukuh, Warung Es Degan Ijo di Kepatihan, Ngopi Wopi di Denanyar, dan sebagainya.
"Banyak di antara teman-teman curhat mengenai harga sewa stan muktamar yang lumayan mahal, sehingga UMKM menengah ke bawah tidak bisa andil untuk menyewa stan. Berangkat dari situ, saya punya ide membuat aplikasi basis web yang menyediakan jasa layanan untuk keberlangsungan acara Muktamar NU," terangnya.
Melalui portal digital jasalayanan.my.id, JalaNU hadir menawarkan serangkaian fitur solutif yang sangat relevan dengan kebutuhan lapangan. Pengunjung dan peserta muktamar dapat dengan mudah mengakses berbagai opsi layanan, mulai dari pemesanan makanan (JalaFood), transportasi ojek sepeda motor (JalaRide), ojek mobil (JalaCar), hingga layanan pemulihan fisik berupa JalaPijat.
Terhitung sehari sejak mulai beroperasi pada Kamis (27/8/2026), JalaNU kini telah melayani 16 pesanan ojek motor, 12 pengantaran makanan dan 4 layanan pijat. Angka pemesanan ini diharapkan akan bertambah di hari-hari berikutnya.
Salah satu keunggulan utama dari JalaNU terletak pada kepraktisan aksesibilitasnya. Azhar sengaja merancang sistem ini berbasis situs web tanpa mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi di Play Store atau melewati proses pendaftaran akun yang rumit. Langkah ini diambil untuk memangkas hambatan teknis bagi jamaah yang lanjut usia.
"Sengaja dibuat seperti ini, karena saya kepikiran ketika Nahdliyin menginstal dan mendaftar akun pasti akan ribet. Solusinya jadilah sistem seperti JalaNU saat ini meskipun banyak hal yang harus dikembangkan setelahnya," tambahnya.
Dari sisi operasional, JalaNU disiagakan untuk melayani pengguna selama 24 jam penuh sepanjang berlangsungnya kegiatan Muktamar. Jam operasional armada dan tim pendukung disesuaikan dengan dinamika kebutuhan para jamaah di lapangan, meskipun untuk pemesanan kuliner tetap bergantung pada jam buka masing-masing mitra pedagang.
"Sistem kerja mitra kami di lapangan saling terintegrasi yang mirip dengan platform ojek online pada umumnya. Penempatan armada bersifat kondisional berdasarkan titik singgah terkecil para pengemudi. Ketika petugas atau tim siap melayani pesanan, mereka cukup melapor ke admin untuk langsung dipetakan ke dalam sistem yang aktif," jelasnya.
Para mitra yang bergabung dalam sistem JalaNU berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari masyarakat lokal Jombang hingga rekan-rekan komunitas kreatif. Azhar membeberkan bahwa sebagian besar dari mereka merupakan kader NU yang pernah aktif di badan otonom seperti IPNU dan IPPNU, serta bergelut di bidang seni dan digitalisasi.

1 jam yang lalu
2




English (US) ·
Indonesian (ID) ·