Dirut BRI: Sinergi antarsektor kunci perluas akses pembiayaan rumah

17 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi memandang bahwa sinergi antarsektor menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan.

Maka melalui program Danantara Housing Expo 2026, perseroan ingin memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Hery turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Danantara, seluruh Himbara, serta berbagai pihak yang mendukung program tersebut.

“Dengan bunga yang kompetitif, uang muka ringan, dan berbagai benefit tambahan, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat mewujudkan kepemilikan hunian,” katanya sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hery memandang, sektor perumahan memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai sektor ekonomi. Dengan berkembangnya kawasan hunian, hal itu diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus membuka peluang bagi pengusaha UMKM.

Melalui Danantara Housing Expo 2026, BRI menawarkan berbagai program seperti KPR dengan uang muka mulai 1 persen hingga bebas biaya provisi dan administrasi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Penawaran itu berlaku untuk realisasi KPR hingga 30 September 2026.

Pameran yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27-30 Agustus 2026 itu menjadi salah satu wujud sinergi lintas sektor dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah. Pilihan hunian yang tersedia mencakup segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan pameran tersebut dihadirkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian, dengan pilihan rumah yang menjangkau berbagai segmen.

“Dan kalau kita lihat dari acara ini, bervariasi dari harga tadi kita lihat bersama di harga Rp120 juta sampai dengan yang tertinggi di level dua atau tiga miliar, jadi kita cover semua segmen yang ada,” ujar Rosan.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan ajang tersebut menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan.

Dengan menghadirkan pilihan hunian sekaligus berbagai alternatif pembiayaan, Maruarar berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi, memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhannya, dan memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kemampuannya.

“Dan yang lebih penting, saya berharap kegiatan ini dapat mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan lapangan kerja,” katanya.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya