Jakarta (ANTARA) - Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi, yang menjadi tugas utama bank sentral, merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja.
“Tugas pertama BI yaitu bagaimana kami menjaga stabilitas daripada makroekonomi, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Karena tidak ada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja kalau kita tidak punya lingkungan ekonomi yang stabil,” kata Aida dalam fit and proper test di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan bahwa stabilitas tersebut diterjemahkan melalui pencapaian inflasi, stabilitas nilai tukar, penjagaan likuiditas, serta penjagaan sektor eksternal.
Menurut Aida, bauran kebijakan BI saat ini sudah berjalan baik, tetapi ke depan bank sentral akan mengupayakan pengurangan trade-off antar kebijakan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki tantangan stabilitas nilai tukar, terutama karena ekonomi global saat ini menuju kondisi higher for longer.
Adapun respons kebijakan BI-Rate perlu dilakukan untuk merespons kondisi tersebut guna menjaga perbedaan imbal hasil antara rupiah dan valas sehingga dapat menarik capital inflows. Pada tahun ini, BI-Rate telah dinaikkan sebesar 100 basis poin (bps) secara kumulatif.
Menurutnya, setelah menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga perlu mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, untuk mengurangi trade-off kebijakan, BI mengombinasikan berbagai kebijakan.
Baca juga: Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
Baca juga: Destry komitmen perkuat monitoring LDD guna cegah under-invoicing
Aida menjelaskan bahwa stabilitas nilai tukar membutuhkan capital inflows yang masuk, sedangkan arus tersebut akan tertarik jika imbal hasil rupiah cukup menarik. Namun, ia mengamini bahwa kenaikan BI-Rate secara terus-menerus dapat berdampak pada perekonomian domestik.
Oleh sebab itu, BI mengombinasikan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar dengan operasi pasar terbuka dan pengembangan pasar uang melalui pemberian insentif biaya hedging salah satunya untuk mendorong arus masuk investasi portofolio asing.
Aida menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar yang dijaga BI adalah memastikan pergerakannya tidak mengalami overshooting. Menurutnya, BI menjaga pergerakan nilai tukar sekitar 10 persen dari moving average-nya agar tidak mengalami overshooting.
“Tapi tren daripada pasar itu tidak bisa kita hindari. Apabila pasar itu trennya terdepresiasi, adalah yang penting jangan terdepresiasi terlalu tinggi, itu yang paling utama. Sehingga terjadi kepastian dan akibatnya pelaku pasar pun kemudian bisa menggunakan nilai tukar ini sebagai anchor,” kata Aida.
Ia memandang, tantangan pada 2026 juga sangat berat karena perang di Timur Tengah mengubah persepsi pasar dan mendorong kenaikan harga minyak.
Di tengah kondisi tersebut, menurutnya, defisit transaksi berjalan sebesar 3,3 persen dari PDB pada triwulan II 2026 masih dapat terjaga karena adanya financial account yang cukup tinggi. Selain itu, nilai tukar rupiah secara perlahan bergerak cukup stabil di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS.
“Sekarang pelan-pelan nilai tukar sudah mengalami gerakan yang cukup stabil, Rp17.800-Rp17.900, itu yang kami sebut dengan penjagaan. Tapi memang kalau disebut dengan harga-harga, tidak bisa terpungkiri juga kita ada inflasi yang mengurangi harga atau menaikkan harga dari barang. Inilah mengapa inflasi itu dicoba untuk selalu dalam target yang sudah disetujui antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan,” kata Aida.
Sebagai informasi, Aida S. Budiman merupakan calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI. Adapun Aida saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.
Pada Rabu, Komisi XI DPR RI juga menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI, di mana Destry Damayanti menjadi calon tunggal.
Sementara itu, uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8). Untuk calon Deputi Gubernur BI, terdapat dua nama yang diajukan, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori.
Baca juga: Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
Baca juga: Destry ingin BI tetap relevan respons tantangan saat uji di DPR
Baca juga: Ekonom: Uji kelayakan calon gubernur perlu fokus pada transformasi BI
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·