BMKG Prediksi Hujan hingga Akhir Mei 2026 Akibat Bibit Siklon 99W

3 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 26-31 Mei 2026. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer global dan regional, termasuk terbentuknya bibit siklon tropis 99W di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.

Prakirawan BMKG, Nazmi N. menjelaskan analisis iklim terkini menunjukkan sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berada pada masa peralihan musim. Namun, kondisi tersebut justru memicu ketidakstabilan atmosfer yang meningkatkan peluang hujan lebat disertai angin kencang.

Nazmi mengatakan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi beberapa faktor atmosfer. Tutupan awan yang minim sejak pagi hingga tengah hari memicu pemanasan permukaan bumi secara intens.

“Pada wilayah yang sedang mengalami masa peralihan musim, akumulasi panas dari pagi hingga siang hari menyebabkan proses konveksi yang memicu ketidakstabilan atmosfer sehingga terbentuk awan hujan pada sore dan malam hari,” ujarnya pada Senin (25/5/2026) malam.

Ia menyampaikan bahwa Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase lima atau Maritime Continent. Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin juga berkontribusi mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Dalam indikator iklim global menunjukkan indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik. Hal itu terkonfirmasi melalui indeks Nino 3.4 sebesar +0.68 dan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -12,5,” tuturnya.

Nazmi menyampaikan bahwa bibit siklon 99W diprakirakan berada di Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Papua Barat hingga Teluk Cendrawasih, termasuk di pesisir barat Papua Barat Daya dan wilayah di sekitar sistem tersebut.

“Sementara itu, sirkulasi siklonik juga diprediksi muncul di Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, dan Laut Sulu,” katanya.

Periode 26-28 Mei 2026

Hujan sedang hingga lebat akan melanda Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Adapun hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Utara, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Periode 29-31 Mei 2026

Hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih terjadi di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan. Papua Pegunungan diprediksi kembali mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.

“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata,” ucap Nazmi.

Baca Artikel Selengkapnya