Bidik 460 Ribu Tentara, Jerman Malah Hanya Dapat 530 Relawan, Siap Hadapi Rusia?

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ambisi Jerman memperbesar kekuatan militernya menghadapi kenyataan yang jauh dari harapan. Meski menargetkan memiliki 460 ribu personel militer pada 2035, program pendaftaran militer yang baru diluncurkan pemerintah hanya berhasil menarik 530 relawan dalam lima bulan pertama.

Data tersebut diungkap surat kabar Die Zeit, mengutip Kementerian Pertahanan Jerman. Hasil itu menjadi tantangan awal bagi upaya Berlin membangun kembali kekuatan Bundeswehr di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa sejak perang Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius pada April lalu menyatakan jumlah personel Bundeswehr harus meningkat dari sekitar 184 ribu menjadi 460 ribu pada 2035. Target tersebut terdiri atas 260 ribu prajurit aktif dan 200 ribu personel cadangan.

Untuk mengejar sasaran itu, Bundeswehr meluncurkan program pendaftaran militer pada awal tahun. Pemerintah menghubungi seluruh warga berusia 18 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mengisi kuesioner daring yang bertujuan mengukur kesiapan mereka mengikuti dinas militer.

Namun, sebagaimana dilaporkan Die Zeit, hasil awal program tersebut jauh dari target. Selama lima bulan terakhir, Kementerian Pertahanan telah menghubungi sekitar 298.200 calon rekrutan, tetapi hanya 530 orang yang akhirnya secara sukarela bergabung dengan angkatan bersenjata Jerman.

Laporan itu menyebut lebih dari 153 ribu laki-laki menerima permintaan mengisi kuesioner, dan sekitar 96 persen di antaranya memenuhi kewajiban tersebut. Adapun sekitar empat persen yang tidak memberikan jawaban berpotensi menghadapi sanksi administratif.

Berbeda dengan laki-laki, partisipasi perempuan masih sangat rendah. Karena pengisian kuesioner bersifat sukarela bagi perempuan, hanya sekitar empat persen yang memilih ikut berpartisipasi, menurut data Kementerian Pertahanan Jerman.

Meski demikian, Die Zeit mencatat sekitar satu dari lima responden muda menyatakan tertarik mengikuti dinas militer. Sebagian besar dari mereka mengaku baru bersedia bergabung dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Di luar program pendaftaran tersebut, Bundeswehr tetap menjalankan pola rekrutmen konvensional. Sejak awal tahun, jumlah lamaran yang masuk melalui jalur biasa mencapai sekitar 38.500 orang, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Rendahnya angka relawan dari program baru itu memunculkan kembali wacana pemberlakuan wajib militer di Jerman. Ketua Komite Pertahanan Parlemen Jerman, Thomas Rowekamp, mengatakan kepada RedaktionsNetzwerk Deutschland (RND) bahwa pemerintah masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut.

Baca Artikel Selengkapnya