AS Setop Sementara Permohonan Visa di Seluruh Dunia, Apa Sebabnya?

53 menit yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) menangguhkan sementara pelayanan visa bagi pelamar di seluruh dunia.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengatakan pada Selasa (25/8) bahwa Kemlu AS telah meluncurkan pelatihan global di semua kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia, sehingga janji temu untuk layanan visa akan disesuaikan untuk mengakomodasi pelatihan tersebut.

Kemlu AS tidak merinci detail pelatihan berikut jadwalnya. Kementerian hanya menyatakan pelatihan tersebut bertujuan membantu petugas konsuler menyaring pelamar yang dianggap berpotensi bergantung pada tunjangan publik AS dan untuk memastikan evaluasi pelamar visa secara komprehensif dan konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penundaan layanan visa ini dilaporkan sebelumnya oleh Financial Times. Dalam artikel Financial Times, para pemohon visa imigran yang memiliki jadwal wawancara di kedutaan dan konsulat AS disebut menerima email bahwa janji temu mereka dijadwal ulang dan akan diberikan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Penundaan dan pelatihan ini terjadi saat AS mengetatkan imigrasi di negara tersebut.

Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump menjalankan program deportasi agresif serta mencabut visa dan green card banyak orang di Amerika Serikat. Trump juga menolak permohonan visa sejumlah orang dengan berbagai alasan, seperti pernah berkomentar negatif tentang AS maupun mendukung dan mengikuti unjuk rasa pro-Palestina.

Menurut Trump, tindakan keras ini bertujuan meningkatkan keamanan dalam negeri.

Tindakan Trump ini telah dikecam luas oleh kelompok hak asasi manusia (HAM). Mereka menilai aksi represi ini diskriminatif dan melanggar kebebasan berbicara serta hak proses hukum.

Kelompok-kelompok HAM juga menyebut tindakan keras ini telah menciptakan lingkungan yang tidak aman di AS, terutama bagi etnis minoritas yang mengaku khawatir tentang identifikasi rasial.

Selain menargetkan imigran ilegal, pemerintahan Trump juga mempersulit imigran legal, dengan mengenakan biaya baru dan mahal bagi pelamar visa kerja tertentu.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya