Analis: IHSG melemah ke 5.692 dipicu penguatan dolar dan bunga tinggi

3 minggu yang lalu 19

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menjelaskan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke posisi 5.692,15 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, masih dipicu oleh respons pelaku pasar atas penguatan dolar Amerika Serikat (AS), tingginya suku bunga global, serta derasnya arus keluar dana asing (foreign outflow).

Selain itu, juga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, yang membuat investor cenderung defensif.

Reydi mengatakan pelemahan yang terjadi beberapa hari berturut-turut menunjukkan bahwa tekanan jual belum mereda, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi target utama investor asing, katanya saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Jumat.

“Di tengah likuiditas yang menurun dan sentimen yang masih negatif, setiap rebound cenderung dimanfaatkan untuk melakukan profit taking atau pengurangan risiko,” ujar Reydi.

Reydi melihat bahwa investor asing saat ini masih cenderung mengurangi eksposur terhadap pasar saham Indonesia.

“Fokus mereka lebih banyak tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan ekonomi, dan peluang investasi di pasar lain yang dianggap lebih menarik dari sisi risiko dan imbal hasil,” ujar Reydi.

Dalam jangka pendek, ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah, selama tekanan terhadap rupiah dan arus keluar asing belum mereda.

Namun demikian, apabila mulai terjadi stabilisasi rupiah dan tekanan jual asing berkurang, peluang technical rebound tetap terbuka mengingat banyak saham unggulan yang sudah berada pada valuasi yang semakin menarik (undervalued).

Sebagai informasi, data penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/6), IHSG tercatat melemah hingga 147,62 poin atau 2,53 persen ke posisi 5.692,15.

Adapun, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.322.798 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,25 miliar lembar saham senilai Rp21,08 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 588 saham menurun, dan 109 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: BSI cairkan dividen Rp1,51 triliun ke pemegang saham pada hari ini

Baca juga: Menkeu Purbaya tak siapkan intervensi khusus untuk menopang IHSG

Baca juga: IHSG turun 4 persen, analis saham sebut terbebani pelemahan rupiah

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya