Abd Wahab, Romli di Munas-Konbes NU 2026 Ingin Cari Berkah dan Tabarukan kepada Masyayikh

4 jam yang lalu 4

Bangkalan, NU Online

Di berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama banyak jamaah atau warga NU yang hadir ingin memeriahkan dan mencari keberkahan. Seperti pada penutupan Masyawarah Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan, Selasa (23/07/2026).

Penutupan Munas-Konbes NU itu dihadiri oleh Presiden Indonesia, H Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh dan sekitar 1.500 undangan dimulai pukul 14.00 WIB.​​​​​​Abd Wahab adalah salah satu dari rombongan lllah (romli) yang hadir untuk tabarukan Masyayikh NU di penutupan Munas-Konbes NU hari itu.

"Saya jarang ikut kegiatan NU di Kacamatan Budung Bangkalan. Tapi sebagai warga Madur saya jelas NU," katanya kepada NU Online di belakang panggung utama penutupan acara.


Ia menceritakan niatnya tak lain yang paling utama adalah untuk mencari barakah kepada para kiai NU yang hadir. Menurutnya pada acara Munas dan Konbes NU ini akan dihadiri oleh para kiai se-Indonesia.


"Jarangkan acara yang dihari kiai se-Indonesia. Sebagai santri saya ingin mencari barakah, bertabaruk kepada mereka. Mumpung acaranya di Bangkalan," tuturnya. 


Selain itu, dengan mengendari motor dari kecamatan paling ujung Kabupaten Bangkalan, Abd Wahab  juga ingin bertemu Presiden H Prabowo Subianto karena selama ini ia hanya bisa melihat dari TV. 

"Meski tidak aktif di pengurus NU, latar belakang saya NU. Karena saya nyantri di Pesantren Nurul Cholil Bangkalan mulai tahun 1994 - 2026," terangnya. 

Abd Wahab menceritakan dirinya juga sering mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sejak tahun 1999 di Malang. Ia juga pernah mengajar shalawat di Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. 


"Senang Bangkalan jadi tempat penutupan Munas dan Konbes NU 2026. Terlebih dihadiri oleh Presiden," pungkasnya.

Pada penutupan tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak umat Islam mendoakan para pemimpin sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kemaslahatan bersama. Menurutnya, doa untuk pemimpin yang amanah dan bersungguh-sungguh memperjuangkan rakyat akan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menilai para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat sehingga memahami persoalan yang mereka hadapi.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 menjadi agenda strategis menuju Muktamar Ke-35 NU pada Agustus 2026 yang lokasinya akan dimusyawarahkan bersama. Gus Yahay menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga bangsa, negara, dan kemaslahatan umat.


Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 disertai doa yang dipanjatkan oleh KH Anwar Iskandar.
 

Baca Artikel Selengkapnya