Wisuda 546 Lulusan, Rektor UNU Blitar Ajak Sarjana Tebar Manfaat bagi Masyarakat

8 jam yang lalu 6

Blitar, NU Online

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar Moh Mukri, mengajak para lulusan untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari gelar akademik dan pencapaian pribadi, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya membawa manfaat bagi sesama.


Pesan tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-7 Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Kampung Coklat Hall, Kabupaten Blitar, Sabtu (31/10/2026). Sebanyak 546 lulusan mengikuti prosesi wisuda tersebut.


"Jangan hanya sekadar menjadi orang sukses, tetapi jadilah orang yang bermanfaat. Sukses, menjadi orang kaya, tetapi tidak memberi manfaat kepada orang lain, untuk apa?" tutur Mukri di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.


Ia menegaskan, lulusan UNU Blitar perlu mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i'tidal (adil) harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta cara berinteraksi di tengah masyarakat.


Menurut Mukri, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam karya, kepedulian sosial, dan pengabdian. Para lulusan juga diharapkan mampu menghargai perbedaan, bersikap santun, serta berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.


Wisuda tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang SDM, Pendidikan, Kesehatan, dan Pelayanan Keumatan, Ganefri; Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri; Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar, Arif Afandi; serta Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Muhammad Ardani Ahmad. Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Muqorrobin, Ketua PCNU Kota Blitar, Habib Bawafi.  Hadir pula jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga wisudawan, dan tamu undangan.


Dalam kesempatan itu, Ganefri yang hadir mewakili Ketua Umum PBNU mendorong UNU Blitar untuk terus meningkatkan kualitas dosen, tata kelola kelembagaan, penelitian, dan inovasi. Ia menekankan bahwa pengembangan perguruan tinggi NU tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus disertai penguatan mutu akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Kita tidak cukup hanya membangun universitas yang besar secara fisik. Kita harus membangun universitas yang kuat secara akademik, sehat secara tata kelola, unggul secara kelembagaan, dan nyata kontribusinya bagi masyarakat," tegasnya.


Ganefri juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama sebagai pedoman dalam mengembangkan pendidikan dan pengabdian. Perguruan tinggi NU diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang mencintai ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, menghormati ulama, serta mengutamakan kemaslahatan umat.


Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengapresiasi perkembangan UNU Blitar yang dinilai semakin dipercaya masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Blitar mendorong warganya untuk menempuh pendidikan setidaknya hingga jenjang sarjana. Menurutnya, pendidikan tinggi bukan semata-mata untuk memperoleh pekerjaan, penghasilan, atau kekayaan, melainkan juga membentuk pola pikir, kedewasaan, pergaulan, dan kompetensi dalam menghadapi kehidupan.


Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Sawitri, berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus tetap diimbangi kemampuan berpikir kritis, etika, integritas, dan tanggung jawab.


Wisuda Ke-7 menjadi momentum bagi UNU Blitar untuk meneguhkan peran perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga dan almamater, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai insan yang mampu menebarkan kemanfaatan dan kemaslahatan.

Baca Artikel Selengkapnya