Jakarta (ANTARA) - World Gold Council (WGC) menilai Indonesia mulai menunjukkan tren pertumbuhan pada minat dan permintaan Exchange Traded Fund (ETF) emas fisik seiring perkembangan regulasi terbaru di dalam negeri.
Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan pertumbuhan pasar emas digital, peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap 2026-2031, serta regulasi ETF emas fisik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas akses investasi emas bagi masyarakat luas.
"Pertumbuhan platform digital dan inisiatif bullion banking adalah langkah krusial dalam menghapus hambatan akses dan memperkuat kepercayaan pasar," kata Fan dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu.
Adapun WGC secara umum mencatat permintaan ETF emas yang didukung fisik tetap positif pada kuartal I 2026 dengan peningkatan kepemilikan global sebesar 62 ton.
Peningkatan ini, kata Fan, terutama didorong oleh berlanjutnya kinerja kuat yang tercatat di bursa-bursa Asia, yang menambah 84 ton pada kuartal ini.
"Arus keluar dana yang cukup besar di bulan Maret, terutama dari ETF yang tercatat di Amerika Serikat (AS), sehingga meredam momentum awal tahun yang semula sangat kuat," ujar dia.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Fan mengatakan Indonesia telah lama menunjukkan minat terhadap produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Ia melanjutkan emas, dengan sifatnya yang berwujud (tangible) dan tidak berbasis bunga, dinilai sangat selaras dengan prinsip keuangan syariah.
"ETF yang didukung dengan emas fisik ketika dirancang sesuai prinsip syariah akan selaras dengan preferensi investasi di Indonesia. Hal ini membuka peluang besar untuk menjangkau basis investor Muslim yang signifikan," kata Fan.
"Ekosistem emas berbasis syariah yang terus berkembang akan memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen pelindung kekayaan jangka panjang," ujarnya menambahkan.
Baca juga: WGC: Permintaan emas di Indonesia naik 47 persen pada kuartal I 2026
Baca juga: WGC proyeksi tren emas kembali positif usai turun 12% di Maret 2026
Baca juga: WGC: Total permintaan emas dunia capai 5.002 ton pada tahun lalu
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·