Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengisyaratkan bahwa dia mungkin punya pandangan berbeda dengan Presiden Donald Trump terkait perang di Iran.
"Meskipun Anda tidak sependapat dengannya mengenai satu masalah tersebut, perbedaan pendapat itu sah-sah saja. Dan menurut saya, saya memang memiliki perbedaan pendapat tersebut," kata Vance dalam sebuah wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vance menyampaikan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan tentang hubungannya dengan komentator politik sekaligus mantan sekutu Trump, Tucker Carlson.
Carlson diketahui telah melontarkan kritik tajam terhadap perang di Iran. Dia berargumen bahwa perang tersebut lebih melayani kepentingan Israel daripada kepentingan AS, serta bertentangan dengan janji Trump untuk menghindari intervensi militer luar negeri yang menelan banyak biaya.
Vance mengatakan bahwa Carlson, yang memiliki pandangan konservatif, merasa "sangat, sangat marah" terkait perang tersebut.
"Dia dan saya telah mendiskusikan hal itu, baik secara pribadi maupun di depan umum. Saya tahu bagaimana perasaannya dan saya memahaminya," ujar Vance.
"Apa yang saya katakan kepada Tucker adalah jangan sampai kita membuang hal yang berharga hanya karena ada aspek lain yang tidak disukai."
"Bukankah kebijakan perbatasan yang tertutup serta penghentian diskriminasi rasial yang tidak masuk akal terhadap kelompok kulit putih dalam penerimaan mahasiswa di universitas-bukankah hal-hal ini patut diakui sebagai bukti bahwa Donald Trump telah melakukan banyak kebaikan?" imbuhnya.
(dna)

11 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·