Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo meminta para investor agar tidak panik menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait soal penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.
Ia berpesan agar investor melakukan perhitungan secara mandiri dalam menentukan pilihan investasi di bursa efek Indonesia.
”Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman investor domestik, ini tolong lakukan sendiri hitung-hitungannya. Bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, ini iya, bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka (MSCI) tidak selalu benar,” kata Drajad di Jakarta, Jumat.
Drajad menjelaskan bahwa reputasi MSCI sebagai penyedia indeks global tetap perlu diperhatikan.
Namun, rekomendasinya tidak selalu memberikan hasil investasi yang lebih baik dibandingkan indeks lainnya.
Baca juga: Respons IHSG, Airlangga minta reformasi pasar modal berjalan konkret
Wamenko mencontohkan analisis lain yang berasal dari Deutsche Börse, yang menunjukkan bahwa ketika indeks saham Jerman (DAX) mencatatkan kenaikan tinggi, namun The MSCI World Index justru mencatatkan kinerja negatif.
“Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor,” jelasnya.
Menurut Drajad, terdapat berbagai simulasi yang menunjukkan bahwa imbal hasil atau return dari MSCI lebih rendah dibandingkan alternatif lainnya.
Ia menilai komposisi indeks MSCI World yang didominasi saham Amerika Serikat (AS), perlu menjadi pertimbangan investor dalam menilai kinerja indeks tersebut.
"Jadi ada bias Amerika di situ. Maksudnya bobot Amerika terlalu besar di situ," ucapnya.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·