Wamenkeu pastikan RI jaga defisit 3 persen di tengah tekanan global

1 bulan yang lalu 25

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan pemerintah mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen di tengah meningkatnya tekanan global.

Defisit fiskal saat ini menurutnya masih berada dalam batas aman.

“Perhitungan kami menunjukkan, bahkan dalam skenario terburuk dengan harga minyak mentah rata-rata sekitar 100 dolar AS per barel tahun ini, langkah-langkah ini tetap dapat menjaga defisit fiskal di kisaran 2,9 persen,” ujarnya dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis.

Juda menyampaikan, hingga saat ini rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada di sekitar 79 dolar AS per barel.

Baca juga: Wamenkeu paparkan strategi jaga fiskal RI di tengah tekanan global

Meski demikian, ia mengakui gejolak geopolitik global tetap memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Wamenkeu juga mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak memiliki dampak langsung terhadap defisit anggaran. Menurut perhitungan pemerintah, setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak akan menambah sekitar Rp6,8 triliun terhadap defisit fiskal.

“Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mengirimkan guncangan ke pasar energi global. Harga minyak melonjak, inflasi global meningkat, terutama pada sektor-sektor penting seperti pangan dan energi, serta sentimen investor turut berubah,” kata dia.

Ia menambahkan, dinamika tersebut turut memengaruhi pasar keuangan global dan berdampak pada Indonesia.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya