Jakarta (ANTARA) - PT Bank BCA Syariah menyatakan sedang mempersiapkan rencana jangka panjang hingga penguatan infrastruktur dan kapasitas perseroan menyusul wacana penghapusan kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Bagi kami di BCA Syariah, yang paling penting adalah bagaimana menyiapkan diri, termasuk rencana jangka panjang, dan infrastruktur yang membuat capacity itu ready,” kata Direktur BCA Syariah Eduard Guntoro Purba dalam taklimat media di Jakarta, Selasa.
Mengenai peluang penambahan modal, Eduard mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemegang saham, atau dalam hal ini PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Menurut dia, perseroan siap untuk melakukan peningkatan kapasitas bisnis apabila tambahan modal diberikan dan membawa BCA Syariah naik kelas ke kategori KBMI 2.
“Kalau tiba-tiba ada tambahan modal untuk kita langsung KBMI 2, ya, alhamdulillah, karena tentu saja itu bisa kita lakukan untuk bagaimana BCA Syariah bisa melayani lebih luas lagi, lebih kuat lagi,” ujar Eduard.
Selain memperkuat modal, tata kelola dan infrastruktur, ia mengatakan BCA Syariah juga berupaya untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: BCA Syariah bukukan laba Rp109,4 miliar pada semester I 2026
Baca juga: BCA Syariah perkuat sumber dana murah seiring kenaikan BI-Rate
Beberapa di antaranya adalah tabungan untuk generasi muda, penguatan literasi keuangan, hingga tabungan ibadah haji sejak dini.
“Termasuk bagaimana literasi keuangan dan juga kebutuhan, seperti misalnya kondisi yang kita ketahui terkait dengan untuk menjadi haji juga membutuhkan waktu (tunggu) yang cukup panjang, sehingga ada potensi problem solving dari kita sedini mungkin,” kata Eduard.
Selain itu, ia memastikan BCA Syariah mematuhi imbauan OJK terkait kategori KBMI 1.
“Yang pasti bahwa dalam imbauan itu agar bank-bank di KBMI 1 melakukan suatu review yang menyeluruh terhadap kemampuan keuangannya, struktur dan rencana jangka panjangnya,” ujar dia.
“Bank juga harus memperkuat permodalan, memperkuat apakah melalui suatu konsolidasi maupun kolaborasi, ataupun juga peningkatan secara organik dan anorganik, yaitu seiring dengan pertumbuhannya atau tambahan untuk akuisisi atau setoran modal,” imbuhnya.
Adapun imbauan untuk penguatan fundamental dan konsolidasi telah disampaikan kepada bank-bank KBMI 1 pada Oktober 2025.
OJK mengimbau setiap bank KBMI 1 untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan atas kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang, termasuk mengidentifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai karakteristik masing-masing bank.
Menurut OJK, pendekatan anorganik melalui konsolidasi diperlukan untuk dapat menjadi dorongan terhadap kinerja bank yang dinilai mengalami stagnasi.
Baca juga: Aset BCA Syariah tembus Rp19,9 triliun, tumbuh 18,1 persen
Baca juga: Aset BCA Syariah tumbuh 15,4 persen capai Rp19,2 triliun pada 2025
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·