Viral Eks PM Jepang Yoshihiko Noda Bagi-bagi Flyer Politik di Jalanan

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Video Mantan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda sedang membagikan selebaran (flyer) di jalanan ramai di media sosial.

Aksi tersebut disinyalir imbas Partai Oposisi Jepang membubarkan diri setelah delapan bulan. Dengan demikian, Noda dianggap sedang membantu kampanye dari partai tersebut.

Menurut seorang warganet @amoamo_yukiyuki yang membagikan video tersebut, Noda tampak membagikan selebaran sekitar pukul 07.30 waktu setempat di Stasiun Minami-Funabashi, Jepang pada Jumat (18/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warganet lainnya @MarioNawfal pun menyebut selebaran itu berisi tentang isu-isu lokal, termasuk asuransi bencana, tunjangan anak, dan reformasi prefektur.

Selebaran itu mencantumkan slogan "jangan tinggalkan siapa pun" yang berkaitan dengan kelompok-kelompok sentris seperti Aliansi Reformasi Sentris.

Pembubaran partai ini diumumkan oleh Ketua Partai Sentris Junya Ogawa dalam konferensi pers menyusul kegagalan upaya untuk menentang pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang sangat populer.

Partai oposisi utama ini sebelumnya dibentuk secara terburu-buru pada Januari sebagai upaya menggabungkan dua kelompok utama, yakni Komeito dan Partai Demokratik Konstitusional Jepang.

Pembentukannya bertujuan untuk membangun gerakan yang lebih kuat melawan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi.

[Gambas:Twitter]

Namun, partai baru tersebut justru mengalami kekalahan telak dalam pemilu umum (pemilu) Februari lalu dengan hanya meraih 49 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang memiliki total 465 kursi. Sebaliknya, LDP justru menambah lebih dari 100 kursi hingga mengantongi total 316 kursi.

"Setelah kami menyelesaikan pembayaran yang tertunda, kami akan membubarkan partai ini," kata Junya Ogawa.

Meskipun partai tersebut runtuh dan mengakhiri upaya delapan bulan untuk menciptakan penyeimbang politik yang efektif, para anggotanya diperkirakan akan tetap membentuk fraksi di parlemen. Sebagian anggota juga diprediksi akan kembali ke partai lama mereka atau merintis aliansi baru.

Runtuhnya aliansi oposisi ini melengkapi gejolak politik Jepang dan menyusul pecahnya koalisi 26 tahun antara LDP dan Partai Komeito pada Oktober tahun lalu akibat skandal regulasi dana politik.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya