Veteran AS Latih Militer Rusia untuk Berperang Lawan Ukraina

26 menit yang lalu 2

Pencari ranjau Ukraina mempersiapkan lokasi sebelum penghancuran ranjau antitank di dekat kota Bucha, pada jarak militer di luar Kyiv, Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para veteran Barat, termasuk veteran Amerika Serikat (ASS), dilaporkan melatih warga Rusia untuk bertempur di Ukraina. Perusahaan yang menjadi sorotan utama membantah keras klaim tersebut.

Sebuah memo intelijen yang bocor-yang disusun untuk badan-badan intelijen Five Eyes-menyimpulkan dengan "tingkat keyakinan tinggi" bahwa Rusia telah merekrut para veteran tersebut untuk melatih warga sipil maupun "personel militer aktif". Hal itu dilakukan melalui sebuah kamp pelatihan tempur di Eropa, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh The Telegraph pada awal bulan ini.

Memo tersebut menyebutkan, kamp pelatihan tempur di Bulgaria utara, yang dikelola oleh perusahaan pelatihan militer Alfa-Metal, mempekerjakan instruktur dari Navy SEAL dan kepolisian AS. Ada pula instruktur dari latar belakang lain, termasuk Pasukan Khusus Darat Inggris (SAS) dan Resimen Komando Australia.

Seorang juru bicara Alfa-Metal mengatakan kepada The Telegraph bahwa perusahaan tersebut tidak melatih warga negara Rusia mana pun sejak invasi Ukraina dimulai. Adapun informasi di situs web mereka yang mengindikasikan sebaliknya adalah informasi yang "sudah usang."

Juru bicara Alfa-Metal mengatakan kepada publikasi tersebut: "Alfa-Metal secara tegas menolak tuduhan bahwa kami telah atau sedang menggunakan mantan anggota SAS Inggris atau pasukan khusus Barat lainnya untuk melatih warga negara Rusia atau individu yang berniat berpartisipasi dalam perang di Ukraina atas nama Rusia. Tuduhan ini tidak benar."

Memo tersebut menduga, karyawan kamp pelatihan tempur mengatakan kepada para veteran bahwa kamp itu terus melatih warga Rusia hingga tahun 2025 atau tiga tahun setelah perang dengan Ukraina berlangsung. Selain membantah kepada The Telegraph, dalam komunikasi terpisah dengan Military.com pada Selasa (29/9/2026), perusahaan itu kembali membantah keras adanya pelanggaran apa pun.

"Tuduhan ini tidak benar," kata juru bicara Alfa-Metal kepada Military.com. "Alfa-Metal tidak pernah melatih warga negara atau organisasi Rusia sejak tahun 2020. Kami tidak pernah melatih personel militer Rusia, ataupun individu mana pun, untuk berpartisipasi dalam perang di Ukraina atas nama Rusia."

Baca Artikel Selengkapnya