Kelompok militan Houthi mendukung Iran lewat aksi massa di Sanaa, Yaman.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Satu orang dilaporkan tewas dan sepuluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terbaru Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh pada Ahad (11/10/2026). Serangan itu sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan belasan orang sehingga total korban tewas menjadi 13 orang, menurut keterangan otoritas Saudi dilaporkan Jerusalem Post, Senin (12/10/2026).
Lewat pernyataan yang disiarkan televisi pada Ahad, juru bicara Houthi, Yahya Saree mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan ke Riyadh sambil menambahkan bahwa serangan juga dilancarkan terhadap badnara di Dammam dan dua fasilitas kilang minyak Saudi Aramco. Pada Ahad pagi, Houthi memperbarui peringatan terhadap bandara-bandara di Saudi.
"Kami mengingatkan semua orang untuk menerima peringatan kami seraca serius, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas kegagalan intersepsi," demikian peringatan Houthi dikutip Reuters.
Arab Saudi belakangan terlibat secara militer di Yaman lewat serangkaian serangan terhadap Houthi dan membantu militer pemerintah setelah Houthi berhasil merebut wilayah strategis di kawasan semenanjung Laut Merah. Pada Ahad, Houthi menyebutkan bahwa Arab Saudi melancarkan 124 serangan udara ke Yaman.
"Kecuali musuh Saudi menghentikan agresi dan interfensinya di Yaman, yang terburuk belumlah datang, Insya Allah," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Houthi disiarkan stasiun televisi Al Masirah.

40 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·