Wanita berjalan di depan banner bergambarkan bendera Iran di Teheran, Rabu (14/10/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran sedang mempersiapkan untuk merilis senjata baru yang digambarkan sebagai 'bapak dari segala bom'. Hal itu dinyatakan oleh Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Mohebi kepada Klub Jurnalis Muda Iran pada Rabu (21/10/2026) dilansir Anadolu.
"Kami dalam tahap mempersiapkan untuk menyingkap 'bapak dari segala bom'. Ini adalah sesuatu yang baru untuk musuh," kata Mohebi tanpa memberikan detail soal bom jenis baru itu.
Pada Jumat pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat bahwa AS akan menggunakan bom terbesar mereka yakni GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) atau yang dijuluki 'ibu dari segala bom'. MOAB diketahui memiliki berat hampir 10.000 kilogram.
MOAB pertama kali digunakan oleh militer AS pada April 2017 pada periode pertama Trump menjabat untuk mengebom sebuah kompleks terowongan milik ISIS di Afghanistan.
Mohebi melanjutkan bahwa, stok rudal Iran juga bertambah 1,5 kali menyusul perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025. "Kualitas rudal-rudal telah meningkat signifikan, dan jarak jelajah, kemampuan menghancurkan dan akurasi menghantam target telah meningkat," kata Mohebi menambahkan.
Menurutnya, IRGC juga telah menggeser doktrin pertahanan mereka ke arah penangkalan absolut dan permanen. "Sebelumnya, doktrin pertahanan Iran murni bertahan. Kami biasa bilang bahwa jika sebuah negara menyerang kami, kami akan merespons," ujar Mohebi.
"Sekarang, kami katakan bahwa jika sebuah negara menyerang kami, kami tidak hanya akan merespons tapi kami juga akan melancarkan sebuah serangan," Mohebi menambahkan.
Mohebi mengatakan, Iran akan merespons serangan apapun dengan cara yang sama, menegaskan bahwa doktrin militer negaranya akan bergantung pada perang asimeteris.
""Doktrin kami tidak lagi semata menyerang; tapi akan menjadi asimetris. Kami akan menyerang musuh dengan cara yang membuat mereka merasakan intensitas respons kami," kata Mohebi.
sumber : Antara, Anadolu

3 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·